Polisi Ungkap Praktik Curang Pengoplosan Gas Bersubsidi di Bogor, Sehari Bisa Untung Miliaran Rupiah

Total sebanyak 793 tabung gas berbagai ukuran baik subsidi maupun subsidi, 74 alat suntik gas, hingga satu unit kendaraan pick up.

|
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Tsaniyah Faidah
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
PENGOPLOSAN GAS BERSUBSIDI - Polisi ungkap praktik pengoplosan gas bersubsidi di wilayah Kabupaten Bogor, Jumat (3/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Pelaku meraup Rp1,3 miliar per hari dari praktik licik menyuntikkan isi gas subsidi ke tabung non-subsidi.
  • Dengan mengoplos 31.500 tabung tiap hari, negara diperkirakan rugi hingga Rp13,2 miliar.
  • Polisi menyita 793 tabung gas dari Sukaraja dan Cileungsi, serta menangkap pasangan suami-istri pelaku pengoplosan.

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Polisi membongkar praktik licik pengoplosan gas bersubsidi ke dalam tabung non subsidi di Bogor.

Pengungkapan dilakukan pada dua wilayah berbeda yakni di Kecamatan Sukaraja dan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Total sebanyak 793 tabung gas berbagai ukuran baik subsidi maupun subsidi, 74 alat suntik gas, hingga satu unit kendaraan pick up warna merah berlogo Pertamina diamankan.

Selain itu, dua pelaku di wilayah Kecamatan Cileungsi yang merupakan suami-istri telah diamanakan, sedangkan satu terduga pelaku dari lokasi di Sukaraja masih dalam pengejaran.

Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto mengungkap cara licik para pelaku untuk mendapat cuan dengan menyalahgunakan subsidi dari negara.

Para pelaku, kata dia, memindahkan isi gas melon yang didapat dengan harga subsidi ke dalam tabung non subsidi ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram dengan harga jual normal.

"Para pelaku kemarin sudah kita dalami baik dari tim polres maupun dari polsek bahwa keuntungan bersih yang didapat bisa sampai Rp161 ribu per tabung gas yang 12 kilogram," ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Bahkan, berdasarkan informasi yang digali oleh pihaknya dalam sehari pelaku mampu meraup keuntungan hingga miliar rupiah dari praktik licik tersebut.

AKBP Wikha Ardilestanto merinci dalam sehari pelaku dapat menggunakan 31.500 tabung gas yang menyebabkan kerugian negara diperkirakan mencapai Rp13,2 miliar.

"Keuntungannya cukup luar biasa dari para pelaku bisa perharinya Rp1,3 miliar keuntungannya. Nah ini sangat memprihatinkan," katanya.

Sementara itu, ia mengatakan pengungkapan ini merupakan upaya Polri melakukan penindakan di tengah konflik global yang berdampak terhadap sumber energi.

Pengungkapan ini juga merupakan instruksi langsung dari Kapolri agar jajaran di tingkat polda dan polres melakukan penindakan.

"Ini bertujuan untuk menghentikan kerugian negara yang saya kira apabila jumlahnya masif bisa mencapai miliaran rupiah, mungkin bahkan bisa mencapai ratusan miliar dan juga penyelahgunaan subsidi," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved