Sedang Jadi Polemik, Begini Penampakan Tempat Perakitan dan Gudang Motor Listrik MBG di Bogor
Perakitan motor listrik untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut dilakukan oleh PT. Adlas Sarana Elektrik.
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: khairunnisa
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CITEUREUP - Pengadaan kendaraan roda dua oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk operasional program makan bergizi gratis ( MBG) menuai polemik.
Pasalnya, urgensi dari pengadaan kendaraan listrik tersebut menjadi sorotan banyak pihak di tengah efisiensi anggaran.
Terlebih, jumlah kendaraan yang disediakan mencapai 21.801 unit dengan nilai anggaran berkisar Rp915 miliar hingga Rp1,39 triliun.
Dalam penyediaan fasilitas ini, terdapat dua jenis kendaraan listrik yang akan digunakan untuk operasional yakni trail Emmo-JVX GT dan matic Emmo-JVH Max.
Kendaraan listrik tersebut berasal dari produsen Emmo Electric Mobility yang dianggarkan pada tahun 2025 dengan kisaran harga Rp48 juta hingga Rp56 juta per unit.
Sementara itu, perakitan motor listrik untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut dilakukan di dalam negeri oleh PT. Adlas Sarana Elektrik.
Perakitan dilakukan di kawasan Industri PT. Kaisar Motorindo Industri yang berada di Jalan Bioskop Atom, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.
Lokasinya berada di ujung gang yang berjarak sekitar satu menit dari Jalan Pahlawan (Sentul-Citeureup).
Baca juga: Buntut Joget-joget Pamer Rp6 Juta Perhari dari MBG, Hendrik Pilu SPPG Miliknya Disuspend BGN: Maaf
Kawasan tersebut dijaga ketat oleh petugas keamanan yang bersiaga di pos penjagaan pada gerbang masuk.
Ketika awak media tiba, salah satu security langsung menghampiri dan menanyakan maksud serta tujuan mendatangi tempat tersebut.
Dalam perbincangan tersebut, petugas keamanan menegaskan bahwa awak media tidak diperkenankan masuk apabila belum memiliki janji dengan pihak manajemen.
"Mau kemana? Ada perlu apa? Engga bisa kalau belum ada janjian," ucapnya dengan nada ramah, Senin (13/4/2026).
Meski begitu, ia membenarkan bahwa di dalam kawasan tersebut menjadi tempat perakitan kendaraan listrik.
Dari depan gerbang, terlihat juga salah satu bangunan ditempeli banner bertuliskan PT. Adlas Sarana Elektik.
Security tersebut mengatakan, kendaraan yang sudah dirakit akan dibawa ke gudang yang berada di kawasan Sentul.
"Jadi ada sebagian produksi nanti masuknya ke sana di Sentul, cuma kurang tau dimananya. Jadi barang-barangnya ada di sana semua. (di sini) Gudang engga, rakit cuma paling berapa unit," katanya.
Setelah mendatangi lokasi perakitan, TribunnewsBogor.com mencoba mencari keberadaan gudang motor listrik tersebut.
Gudang penyimpanan berada di kawasan Industri Sentul, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor tak jauh dari akses masuk Tol Jagorawi arah Jakarta.
Tempat penyimpanan kendaraan listrik tersebut cukup mudah ditemukan karena bangunannya ditandai dengan tulisan Emmo Electric Mobility.
Namun pagar berwarna abu-abu dari bangunan tersebut selalu terutup rapat dan hanya dibuka apabila ada kendaraan keluar maupun masuk dari internal.
Dari luar pagar dapat terlihat deretan kendaraan baru yang masih terbungkus plastik berjajar rapi di samping gedung.
Terlihat ratusan kendaraan yang berderet tersebut memiliki warna biru telur asin yang identik dengan ciri khas BGN.
Akan tetapi, deretan kendaraan itu terhalang sejumlah kendaraan pribadi sehingga tidak dapat terlihat dengan jelas.
Pun begitu, jika diamati dari bentuk dan desain depan, kendaraan itu berjenis skuter matik sama seperti gambar yang banyak beredar.
Niat hati ingin melihat kendaraan kontroversial tersebut dari dekat, namun lagi-lagi sama seperti di tempat perakitan, awak media tidak diperkenankan memasuki area gudang.
Salah seorang pekerja menghampiri dan mengatakan bahwa kewenangan untuk memberikan izin berada pada tingkat manejemen.
"Enggak berhak kalau itu mah, manajemennya itu jarang kesini, adanya di Jakarta," katanya.
Pria paruh baya tersebut juga mengaku tidak mau mengambil resiko untuk mengizinkan awak media masuk karena khawatir mendapat teguran dari atasannya.
Laki-laki bertopi hitam itupun meminta maaf dan mengatakan hanya menjalankan tugasnya sebagai pegawai demi anak istri di rumah.
"Nanti dikhawatitkan kalau kita begini-begini kita kena SP repot, kita engga berani, kita juga nyari buat dapur, repot nanti kalau ada apa-apa," katanya.
| Penjual Miras Kamuflase Warung Sembako di Dramaga Bogor, Petugas Sita Ratusan Botol Minuman Alkohol |
|
|---|
| Gelar Workshop di Goa Gudawang Bogor, Ini Strategi Seniman Hidupkan Kembali Seni Angklung Gubrag |
|
|---|
| Beri Apresiasi, Menteri LH Dukung Program 1 Kecamatan 1 Hutan Kota yang Digagas Pemkab Bogor |
|
|---|
| Jangan Sembarangan, Begini Tutorial Cuci Motor Listrik yang Benar, Boleh Pakai Air? |
|
|---|
| Serbu Gerakan Pangan Murah di Pakansari Bogor, Warga Curhat Pusing Banyak Pengeluaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/pabrik-motor-listrik-mbggg.jpg)