Pasokan Gas LPG 3 Kg Mulai Dirasa Berkurang, Warga Kota Bogor Khawatir Jadi Barang Langka

Pemilik warung kelontong di Kota Bogor mulai merasa khawatir dengan tabung gas  bersubsidi Elpiji 3 Kg atau tabung gas melon yang kini pasokan

Tayang:
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Tabung gas LPG 3 Kg di Kota Bogor stoknya di warung mulai terasa menurun menurut pemilik warung kelontong, Rabu (22/4/2026). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pemilik warung kelontong di Kota Bogor mulai merasa khawatir dengan tabung gas  bersubsidi Elpiji 3 Kg atau tabung gas melon yang kini pasokan dirasa berkurang.

Hal ini diakui oleh pemilik warung kelontong yang juga menjual tabung gas melon di kawasan Pasar Jambu Dua, Tanah Sareal, Kota Bogor, Ibu Ade.

Sebab, Ibu Ade mengaku kini sudah merasakan pengiriman stok tabung gas melon dari agen ke warungnya menurun.

Ibu Ade mengaku bahwa biasanya dia dikirim stok gas melon dari agen tiga kali dalam seminggu.

Namun kini pengiriman stok tabung gas melon berkurang menjadi dua kali seminggu bahkan hanya satu kali dalam seminggu.

Sehingga Ibu Ade menjadi tak punya banyak stok tabung gas Elpiji 3 Kg untuk dijual kepada para pelanggannya.

"Harusnya kan (pengiriman stok) Senin, Rabu sama Jumat. Kemarin baru Jumat doang," kata Ibu Ade kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (22/4/2026).

Saat ini, kata Ade, harga gas melon di warungnya masih tergolong normal yaitu Rp22.000 per tabung untuk harga eceran warung kelontong.

Namun menurunnya stok ditambah kabar di daerah lain mengalami kelangkaan, membuat Ade khawatir.

"Saya juga denger katanya di daerah lain langka," kata Ibu Ade.

Jika gas melon langka dan harganya melonjak, maka ini akan menambah keluhan pedagang yang sudah mengeluhkan naiknya harga plastik hingga harga minyak goreng imbas konflik Timur Tengah.

"Gimana ya, susah pokoknya mah," kata Ade.

"Sekarang mah hampir semuanya, penjualan tuh semuanya menurun, lagi sulit," imbuhnya.

Pantauan TribunnewsBogor.com, Rabu (22/4/2026), stok gas melon di warung Ibu Ade hanya tinggal satu tabung.

Pelanggan gas melon warung Ibu Ade diantaranya juga merupakan pedagang makanan keliling menggunakan gerobak seperti pedagang siomay dan mie ayam.

Salah satu pedagang mie ayam di kawasan Pasar Jambu Dua, Kota Bogor, Ajo, mengaku bahwa harga gas elpiji 3 Kg atau gas melon sementara ini masih normal.

"Biasanya emang Rp22.000 saya beli," kata Ajo kepada TribunnewsBogor.com.

"Cuman di warung kadang ada, kadang gak ada," ungkap Ajo.

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved