Penampakan Jembatan Ambruk Imbas Cuaca Buruk di Ciomas Bogor, Warga Kini Terpaksa Memutar Jauh

Jembatan putus di wilayah Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor membuat sejumlah warga kehilangan akses terdekat .

|
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
JEMBATAN PUTUS - Penampakan jembatan putus di wilayah Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Kamis (23/4/2026). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Jembatan putus di wilayah Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor membuat sejumlah warga kehilangan akses terdekat untuk melintasi Sungai Ciapus.

Mulai dari warga yang hendak pengajian hingga anak sekolah, kini terpaksa harus memutar jauh karena akses jembatan putus tersebut.

Menurut BPBD Kabupaten Bogor, jembatan tersebut merupakan jembatan penghubung Desa Sukamakmur dan Desa Pagelaran, Kecamatan Ciomas.

Jembatan itu ambruk akibat tembok penahan tanah (TPT) tiang ujung jembatan longsor dengan diameter panjang sekitar 10 meter dan tinggi sekitar 7 meter pada 19 April 2026 kemarin sekitar pukul 20.00 WIB malam.

Fajri, salah warga di sekitar jembatan putus itu menjelaskan bahwa di malam kejadian aliran Sungai Ciapus memang meluap.

Namun luapan sungai tak sampai merendam jembatan.

Tetapi malam itu tebing pinggir sungai dekat jembatan mengalami longsor susulan.

"Air sih gak naik ke jembatan, masih di bawah jembatan," kata Fajri kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (23/4/2026).

"Pondasinya sebelah sini (tebing) memang udah longsor sebelum kejadian, udah longsor duluan. Selang sehari, kemarinnya longsor, besoknya kejadian (jembatan ambruk)," imbuhnya.

Beruntung kejadian jembatan ambruk ini tidak menyebabkan adanya korban jiwa.

Namun Fajri mengatakan bahwa jembatan itu juga cukup dimanfaatkan oleh warga sekitar.

"Ini sering digunain warga, kayak anak sekolah, yang dari sini, terus yang seberang juga, pengajian juga, ke mesjid warga juga. Sekarang warga jadi muter jauh, ada jembatan lain cuma kecil," kata Fajri.

Pantauan TribunnewsBogor.com, Kamis (23/4/2026), jembatan tersebut terpantau terbuat dari beton.

Lebar jembatan cukup untuk pengendara roda dua untuk melintas disertai pembatas di sampiang kanan dan kirinya.

Namun kini jembatan sudah berubah menjadi puing di sungai.

Sisa jembatan beton terlihat menggantung di tebing pinggir sungai.

Area bekas longsor pondasi jembatan juga kini sudah dipasangi garis pembatas kuning agar tak didekati warga khawatir longsor susulan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved