Sudah Diperbaiki, Jalan Kampung Curug Bogor Malah Amblas Lagi Imbas Tanah Bergerak

Kabid Ratik BPBD Kabupaten Bogor M Adam Hamdani menjelaskan, pergeseran tanah terjadi usai hujan deras dengan durasi lama mengguyur kawasan itu.

|
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Tsaniyah Faidah
BPBD Kabupaten Bogor
JALAN AMBLAS - Kondisi jalan di Kampung Curug, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Jumat (24/4/2026). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Akses jalan di Kampung Curug, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor yang sudah diperbaiki dengan lapisan beton malah kembali rusak karena badan jalan kembali retak dan amblas.

Kerusakan ini terjadi karena pergeseran tanah kembali melanda kawasan Kampung Curug setelah sebelumnya melanda tahun 2022 lalu.

Akses jalan warga di tahun 2022 lalu sempat rusak parah karena tanah bergerak.

Kerusakan berupa sebagian badan jalan amblas, permukaan retak, permukaan jalan miring dan lain-lain.

Dari foto BPBD Kabupaten Bogor terkait kondisi TKP, Jumat (24/4/2026) terlihat bahwa akses jalan retak itu sudah kembali diperbaiki dengan lapisan beton baru dilihat dari warnanya.

Namun malah kembali rusak karena sebagian badan amblas sehingga menimbulkan retakan menganganga imbas pergeseran tanah.

Kabid Ratik BPBD Kabupaten Bogor M Adam Hamdani menjelaskan, pergeseran tanah kembali terjadi usai hujan deras dengan durasi lama mengguyur kawasan itu.

"Pergerakan tanah tepatnya di lokasi Kejadian Pergerakan Tanah di tahun 2022 di Kampung Curug RT 01, 02 RW 09 Desa Bojongkoneng," kata Adam dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).

"Dan pada hari Rabu tanggal 22 April 2026 pergerakan tanah kembali terjadi di tandai dengan akses jalan yang mengalami retak dan amblas," sambung dia.

Adam merinci, lebar retakan memiliki ukuran bervariasi antara 10 - 60 cm, lalu panjang retakan sekitar 50 cm, lalu kedalaman retakan bervariasi antara 20 - 50 cm.

Dia mengatakan, kerusakan jalan sebagian sudah diperbaiki oleh masyarakat dengan cara menutup retakan dengan tanah.

Sementara ini akses jalan masih bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dan roda empat.

Namun dikhawatirkan pergeseran tanah susulan kembali terjadi.

"Pergerakan tanah di lokasi tersebut pernah terjadi pada tahun 2022. Dikhawatirkan apabila hujan deras kembali pergerakan tanah semakin meluas," ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved