Bakal Dibangun Tahun Ini, PSEL Bogor Raya Mampu Proses 1.500 Ton Sampah Per Harinya

Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di tempat pembuangan akhir (TPA) Galuga akan segera dibangun. Ini kata Bupati Bogor Rudy Susmanto.

Tayang:
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: khairunnisa
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
PSEL DI BOGOR: Tumpukan sampah di TPA Galuga yang berada di wilayah Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Senin (11/8/2025). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBUNGBULANG - Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di tempat pembuangan akhir (TPA) Galuga akan segera dibangun.

Rencananya, ground breaking proyek strategis nasional di wilayah Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor bakal dilaksanakan dalam waktu dekat.

Hal itu diungkap oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto yang menyebut pembangunan dimulai tahun ini.

Menurutnya, PSEL akan beroperasi paling lambat pada tahun 2028 setelah infrastrukturnya terbangun.

"Insya Allah ground breaking PSEL Galuga dilaksanakan tahun ini," ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Nantinya, PSEL Bogor Raya tersebut mampu menampung ribuan ton sampah setiap harinya yang kemudian diolah menjadi energi listrik.

Dengan begitu, maka 15 juta ton tumpukan sampah yang saat ini ada di TPA Galuga dapat teratasi dalam waktu 10 tahun ke depan.

"PSEL kita ditargetkan untuk pemrosesan perhari 1.300 sampai 1.500 ton perhari, yaitu sumber sampahnya berasal dari Pemerintah Kota Bogor, yang kedua dari Pemerintah Kabupaten Bogor," katanya.

Ia menyebut langkah strategis ini merupakan jawaban dari tantangan pengelolaan sampah yang semakin kompleks, sekaligus menghadirkan solusi inovatif dengan mengubah sampah menjadi energi listrik yang ramah lingkungan.

Proyek ini juga akan memberikan dampak langsung bagi masyarakat berupa lingkungan yang lebih bersih, berkurangnya pencemaran, serta hadirnya sistem pengelolaan sampah yang lebih modern.

"Kita menyadari bahwa tantangan yang dihadapi Kabupaten Bogor tidak hanya bencana banjir dan tanah longsor, tetapi juga darurat sampah yang harus segera ditangani," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved