Setelah Pasar Bogor Dibongkar dan PKL Ditertibkan, Ruko di Sekitar Kini Rasakan Dampaknya
Pengunjung yang biasanya ramai berbelanja di kawasan eks Pasar Bogor kini mulai menurun.
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Tsaniyah Faidah
Ringkasan Berita:
- Aktivitas jual beli di ruko sekitar eks Pasar Bogor kini jauh lebih sepi setelah penertiban dilakukan.
- Pengunjung kini hanya ramai di pagi hari dan tidak bertahan hingga siang atau sore lagi seperti dulu.
- Pekerja toko merasa prihatin karena penurunan keramaian ini juga dirasakan oleh para PKL yang kehilangan mata pencaharian.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Setelah gedung Pasar Bogor dibongkar dan PKL di kawasan eks Pasar Bogor ditertibkan Pemkot Bogor, kini ruko-ruko di sekitarnya kini merasakan dampaknya.
Pengunjung yang biasanya ramai berbelanja di kawasan eks Pasar Bogor kini mulai menurun.
Pantauan TribunnewsBogor.com, Senin (4/5/2026), aktivitas jual beli di kawasan eks Pasar Bogor tak seramai seperti sebelum penertiban.
Ruko-ruko yang berderet di sekitar eks gedung Pasar Bogor tak lagi terlihat ramai.
Meski begitu, aktivitas jual beli masih terlihat di deretan ruko-ruko yang menjual berbagai macam kebutuhan ini.
Mobil distributor yang memasok barang-barang yang dijual ke ruko-ruko juga terlihat terparkir.
Namun suasana hiruk pikuk jual beli, padatnya kendaraan parkir sudah berkurang tak lagi seperti dulu.
Hal ini juga dirasakan oleh warga sekitar, Uca (63), salah satu pekerja di toko kelontong kawasan eks Pasar Bogor.
Dia juga merasakan suasana keramaian pengunjung ruko tempatnya bekerja kini berkurang.
"Sekarang sih (yang belanja) ada, cuma berkurang lah," katanya kepada TribunnewsBogor.com.
Kini, kata dia, adanya orang yang belanja hanya mengandalkan waktu pagi.
Tidak seperti dulu yang bisa tetap ramai hingga siang bahkan sore.
"Cuma kalau pagi ada, paling jam 07.00, jam 08.00 udahan gitu sekarang mah. Nggak seperti dulu gitu," kata Uca.
Selain itu, dia juga mengaku kasihan kepada para PKL di sekitar eks Pasar Bogor yang ditertibkan oleh Pemkot Bogor.
Sebab dia juga mengenal mereka kebanyakan warga yang sudah berkeluarga dan menggantungkan hidup dari berjualan di sekitar eks Pasar Bogor tersebut.
"Sebetulnya orang kaki lima itu kasihan juga, soalnya kan dia punya kebutuhan, untuk sekolah apa gitu anak-anaknya kan," kata Uca.
"Kalau dipindahin kalau punya modal. Kalau nggak punya modal kan lebih susah, bingung, jadinya kasihan," ungkapnya.
| Sosok Pembuat Logo HJB ke 544 Kota Bogor, Bukan Ahli Desain, Terinspirasi dari Kemenpora |
|
|---|
| Pemkot Bogor Segera Rampungkan Perwali Angkot, Usulan Pengusaha Sampai Organda Dinilai Masuk Akal |
|
|---|
| Bakal Ada Investasi Besar, Pemkab Bogor Jadikan Kawasan Parung Pusat Ekonomi di Wilayah Utara |
|
|---|
| Pemkot Bogor Tetap Laksanakan WFH Setiap Jumat, ASN Dipastikan Tidak Ada yang Bolos Kerja |
|
|---|
| Takut Sepi Pembeli PKL Ogah Pindah ke Pasar Sukasari, Kini Ngotot Jualan di Jalan Pedati Kota Bogor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/ruko-di-sekitar-pasar-bogor.jpg)