Momen Haru Penutupan TMMD di Cigudeg, Penerima Bantuan Rutilahu Menangis Peluk Bupati Bogor

Saat Bupati Bogor Rudy Susmanto menyerahkan bantuan berupa simbol kunci, warga bernama Nurfa'i itu tak kuasa menahan tangis

Tayang:
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
Momen warga penerima bantuan rutilahu dalam program TMMD di Desa Banyu Asih, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor menangis memeluk Bupati Bogor Rudy Susmanto, Kamis (21/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Rudy Susmanto menyerahkan bantuan rumah layak huni kepada warga di program TMMD di Cigudeg.
  • Seorang warga bernama Nurfa’i menangis haru saat menerima bantuan karena sebelumnya rumahnya bocor dan tidak nyaman ditempati.
  • Nurfa’i mengaku sangat bersyukur karena kini keluarganya bisa tinggal di rumah yang lebih aman dan layak.

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIGUDEG - Suasana haru menyelimuti upacara penutupan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di wilayah Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Pasalnya, ada air mata yang menetes dari salah satu warga penerima bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu) dalam acara tersebut.

Momen itu terjadi saat penyerahan bantuan secara simbolis di area lapangan terbuka yang berlokasi di Desa Banyu Asih.

Saat Bupati Bogor Rudy Susmanto menyerahkan bantuan berupa simbol kunci, warga bernama Nurfa'i itu tak kuasa menahan tangis

Setelah menerima kunci dan bersalaman, ia langsung memeluk erat Rudy Susmanto yang juga membalasnya dengan dekapan erat.

Kepala keluarga tersebut berulang kali mengucapkan terimakasih karena negara hadir di tengah kondisinya yang terhimpit persoalan ekonomi.

"Iya sambil nangis segala saya, sampai terharu saya dapat ini sampai nangis di depan Bupati," ujarnya, Kamis (21/5/2026).

Nurfa'i mengatakan, bantuan perbaikan rumah tersebut memang sangat dibutuhkan olehnya agar anak dan istrinya dapat tinggal dengan aman dan nyaman.

Menurutnya, pendapatannya sebagai pekerja serabutan tak akan cukup untuk mendirikan 'istana' bagi keluarga kecilnya.

Sebab, kata dia, penghasilannya yang tak menentu hanya cukup untuk makan dan kebutuhan pokok lainnya, tidak untuk merenovasi rumah.

"Sangat memprihatinkan, cuaca juga kalau hujan tuh pada bocor atapnya, gak nyaman lah. (Penghasilan) Paling cuma buat makan doang, boro-boro buat bikin rumah, kalau buat makan aja ya disebut cukup, kurang, gak cukup," katanya.

Berkat adanya bantuan ini, Nurfa'i mengaku senang karena tempat tinggalnya sudah jauh lebih aman dan nyaman dari sebelumnya.

Dengan raut wajah penuh kegembiraan, ia tak henti-hentinya mengucap syukur dan terimakasih kepada para pihak yang telah membantunya.

"Alhamdulillah banget, sangat bersyukur banget dapat bantuan ini, alhamdulillah. Terima kasih buat semuanya, buat pemerintah juga alhamdulillah. Saya ucapkan terima kasih," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved