Melihat Sungai Ciluar Bogor, Ini Deretan Kampung yang Dilintasi dan Jadi Langganan Banjir

Penamaan Sungai Ciluar ini juga tercatat di peta Belanda tahun 1921 dengan penulisan, Tjiloear.

Tayang:
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Tsaniyah Faidah
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
KONDISI SUNGAI CILUAR - Sungai Ciluar merupakan salah satu sungai di Bogor yang kerap meluap dan menyebabkan banjir ketika hujan deras, Jumat (22/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Sungai Ciluar kerap meluap saat hujan deras karena menjadi titik temu beberapa anak sungai.
  • Luapan air merendam permukiman warga hingga lebih dari 1 meter dan mengikis tanah di sekitarnya.
  • Warga yang puluhan tahun jadi korban banjir mendesak pemerintah menuntaskan pembangunan tanggul.

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sungai Ciluar merupakan salah satu sungai di Bogor yang kerap meluap dan menyebabkan banjir ketika hujan deras.

Sungai ini terbilang sungai kecil Sub Daerah Aliran Sungai (Sub DAS), tidak sebesar DAS Cisadane atau pun DAS Ciliwung.

Pantauan TribunnewsBogor.com, Jumat (22/5/2026), Sungai Ciluar ini bisa dilihat di tugu perbatasan Kabupaten Bogor dan Kota Bogor di kawasan yang diberi nama kelurahan yang sama.

Yaitu Kelurahan Ciluar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Di sana terdapat jembatan yang menghubungkan Jalan Raya Jakarta - Bogor yang juga disebut Jembatan Ciluar.

Penamaan Sungai Ciluar ini juga tercatat di peta Belanda tahun 1921 dengan penulisan, Tjiloear.

Aliran ini mengalir membelah wilayah Kota Bogor kemudian mengalir membelah wilayah Kabupaten Bogor.

Dari kawasan Sukaraja, aliran Sungai Ciluar mengalir ke beberapa kawasan yang jadi banjir.

Di antaranya Kampung Pisang, RT 02/06, Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Salah satu warga Kampung Pisang, Amid (41), mengatakan bahwa Sungai Ciluar yang melintasi kampungnya merupakan hasil pertemuan beberapa anak sungai.

"Ini Ciluar gabung sama Kali Babi," kata Amid kepada TribunnewsBogor.com.

Sehingga di saat hujan deras, Sungai Ciluar kerap meluap dan membanjiri Kampung Pisang bahkan banjir ini langganan terjadi tiap tahun.

Amid pun berharap pembangunan tanggul oleh pemerintah bisa diselesaikan.

Sebab selain banjir, bentuk Sungai Ciluar juga melebar dan tanah milik warga sekitar terus terkikis. 

"Ini (Sungai Ciluar) dulu kan kecil, sekarang jadi gede, abis nih tanah ini (tergerus)," kata Amid.

Tak hanya Kampung Pisang, sedikit mundur dari aliran sungai, di Kampung Kebon Kalapa, Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor yang dilintasi Sungai Ciluar juga bernasib sama.

Kampung Kebon Kalapa ini juga diakui warga sudah puluhan tahun menjadi kampung langganan banjir akibat luapan Sungai Ciluar.

"Dulu pernah tahun 2012 atau tahun berapa gitu, kita sampai sempat ngungsi ke asrama Dishub di atas (bukit). Di sini abis, lebih parah banjirnya," kata Ade, salah satu warga Kampung Kabon Kalapa.

Kemudian kembali mundur ke arah kawasan Kota Bogor, Sungai Ciluar terpantau alirannya bertambah karena bergabungnya aliran dari Sungai Ciheuleut, tepatnya di kawasan Tanah Baru.

Dari kawasan ini pun, warga sekitarnya juga sudah mengeluhkan banjir yang terus berulang.

"Kalau hujan besar lebih dari satu jam, pasti banjir," kata Ketua RT di Kampung Ciheuleut, Saefudin.

Dia mengatakan bahwa dulu sungai tidak seperti sekarang.

Karena menurutnya sungai kini telah mengalami penyempitan.

"Dulu mah terkadang banjir, masuk rumah paling semata kaki. Sekarang mah lebih parah, ketinggiannya pernah lebih dari satu meter," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved