Ada 1.339 Titik Pemotongan, Pemkab Bogor Sebar 203 Petugas Pengamanan Hewan Kurban

Ratusan petugas tersebut akan melakukan pengawasan dan pemeriksaan hewan kurban di 1.339 titik pemotongan yang tersebar di 40 kecamatan.

Tayang:
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Tsaniyah Faidah
Pemkab Bogor
PERSIAPAN KURBAN - Pemkab Bogor lepas ratusan petugas pengamanan hewan kurban jelang Idul Adha 2026. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) menerjunkan sebanyak 203 petugas pengamanan hewan kurban.

Ratusan petugas tersebut akan melakukan pengawasan dan pemeriksaan hewan kurban di 1.339 titik pemotongan yang tersebar di 40 kecamatan selama pelaksanaan Idul Adha 1447 Hijriah.

Ratusan petugas yang disebar terdiri dari 78 petugas medik dan paramedik, 25 petugas penyuluh swadaya, serta 100 mahasiswa dari IPB University dan Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB. 

Pelepasan dilakukan oleh Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika di Ruang Serbaguna I, Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor.

Ia mengatakan, pengamanan hewan kurban merupakan agenda rutin Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor.

Langkah tersebut dilakukan guna memastikan pelaksanaan ibadah kurban berjalan sesuai syariat sekaligus menjamin kesehatan dan keamanan hewan kurban yang dikonsumsi masyarakat.

"Tahun ini jumlah hewan kurban di Kabupaten Bogor mencapai kurang lebih 20.113 ekor dengan titik pemotongan di 1.339 lokasi. Tentunya angka tersebut menunjukkan besarnya tanggung jawab yang harus kita laksanakan bersama," ujarnya, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, pengamanan hewan kurban tidak dapat dilakukan pemerintah daerah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi dan sinergi dari berbagai pihak, mulai dari tenaga medis dan paramedis veteriner, penyuluh, hingga mahasiswa.

Ajat Rochmat Jatnika juga meminta para camat untuk memberikan dukungan dan fasilitasi di wilayah masing-masing agar pengawasan dan pemeriksaan hewan kurban dapat berjalan optimal. 

Ia menilai, wilayah dengan jumlah penduduk dan jumlah hewan kurban yang besar harus menjadi perhatian khusus dalam pelaksanaan pengawasan.

"Kehadiran mahasiswa dan para petugas di tengah masyarakat merupakan bentuk nyata komitmen bersama dalam menjaga kualitas dan kesehatan hewan kurban," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved