Mengintip Suasana Kerajaan Pajajaran di Museum Pajajaran Bogor, dari Penobatan hingga Perang
suasana ibu kota Pakuan Pajajaran, hingga suasana Pelabuhan Sunda Kelapa ratusan tahun lalu ketika masih dikuasai Kerajaan Pajajaran
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Ardhi Sanjaya
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Selain memamerkan banyak artefak, Museum Pajajaran juga memamerkan gambaran bagaimana suasana era Kerajaan Pajajaran dulu.
Tak cuma sekedar cerita tertulis, museum ini juga memamerkan lukisan gambaran bagaimana kondisi kerajaan dulu.
Mulai dari suasana ibu kota Pakuan Pajajaran, hingga suasana Pelabuhan Sunda Kelapa ratusan tahun lalu ketika masih dikuasai Kerajaan Pajajaran.
Termasuk pula soal penobatan Raja, bagaimana Kerajaan membangun ekonomi, adanya pemberontakan hingga suasana genting ketika Kerajaan Pajajaran mengalami peperangan berkali-kali.
Seperti salah satu yang diceritakan adalah sosok Raja Pajajaran yang gambaran dan lulisannya ditampilkan di museum ini, yaitu Raja Surawisesa.
Surawisesa naik tahta pada tahun 1521, menjadikannnya orang nomor satu di Kerajaan Sunda Pajajaran kala itu.
Namun masa pemerintahannya dilanda cobaan berat bertubi-tubi.
Selama 14 tahun memimpin, Surawisesa harus menghadapi peperangan hingga 15 kali.
Perang-perang tersebut pecah di berbagai perbatasan wilayah Pajajaran dan hampir semuanya dimenangkan oleh pasukan militer yang dipimpin Surawisesa.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan di storyline di Museum Pajajaran ini adalah hasil kerja sama dengan Universitas Padjajaran (Unpad).
Ini menambah koleksi artefak-artefak kuno yang sudah ada di Museum Pajajaran ini.
"Ditambah dengan materi display perjalanan sejarah, storyline itu yang waktu itu dikerjasamakan dengan Universitas Padjajaran," kata Dedie Rachim, Rabu (3/6/2026).
"Ada kontribusi dari Universitas Padjajaran untuk studi tentang kesejarahan," kata Dedie.
Sementara untuk koleksi artefak atau benda pusaka dari era Kerajaan Pajajaran di museum ini sudah ada sekitar 80-an artefak.
Artefak-artefak ini berasal dari hibah serta pinjaman dari berbagai pihak, diantaranya dari Menteri Kebudayaan RI, dari Kampus Unpad, dan dari pihak-pihak lainnya.
Diketahui, Museum Pajajaran mulai diaktivasi oleh Pemkot Bogor di momen Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544.
Terpantau aktivasi museum ini dihadiri Wali Kota Bogor, pejabat terkait hingga para budayawan.
Pembanguan dan penataan museum ini baru selesai sekitar 80 persen, sehingga pembukaan untuk pengunjung sementara masih dibatasi hanya seminggu sekali di hari Rabu.
| Cuaca Kabupaten Bogor Besok Kamis 4 Juni 2026, Diprediksi Hujan Ringan Siang Hari Sebagian Wilayah |
|
|---|
| Longsor Membuat Sebuah Bangunan Sekolah di Pamijahan Bogor Terancam, Begini Kondisinya |
|
|---|
| Peringatan HJB ke-544 di Kota Bogor Hari Ini, Wali Kota Dedie Rachim Minta Maaf ke Warga |
|
|---|
| HJB ke-544 di Malasari Bogor Dongkrak Perekonomian, Rumah Penduduk Full Disewa untuk Menginap |
|
|---|
| HJB ke-544, Pemkot Bogor Aktifkan Museum Pajajaran, Sudah Diisi Puluhan Koleksi Artefak Kuno |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Koleksi-di-museum-pajajaran-kota-bogor.jpg)