Mengintip Suasana Kerajaan Pajajaran di Museum Pajajaran Bogor, dari Penobatan hingga Perang

suasana ibu kota Pakuan Pajajaran, hingga suasana Pelabuhan Sunda Kelapa ratusan tahun lalu ketika masih dikuasai Kerajaan Pajajaran

Tayang:
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
KOLEKSI DI MUSEUM PAJAJARAN - Penampakan storyline era Kerajaan Pajajaran yang dipamerkan di Museum Pajajaran, Jalan Batutulis, Kota Bogor, Rabu (3/6/2026). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Selain memamerkan banyak artefak, Museum Pajajaran juga memamerkan gambaran bagaimana suasana era Kerajaan Pajajaran dulu.

Tak cuma sekedar cerita tertulis, museum ini juga memamerkan lukisan gambaran bagaimana kondisi kerajaan dulu.

Mulai dari suasana ibu kota Pakuan Pajajaran, hingga suasana Pelabuhan Sunda Kelapa ratusan tahun lalu ketika masih dikuasai Kerajaan Pajajaran.

Termasuk pula soal penobatan Raja, bagaimana Kerajaan membangun ekonomi, adanya pemberontakan hingga suasana genting ketika Kerajaan Pajajaran mengalami peperangan berkali-kali.

Seperti salah satu yang diceritakan adalah sosok Raja Pajajaran yang gambaran dan lulisannya ditampilkan di museum ini, yaitu Raja Surawisesa.

Surawisesa naik tahta pada tahun 1521, menjadikannnya orang nomor satu di Kerajaan Sunda Pajajaran kala itu.

Namun masa pemerintahannya dilanda cobaan berat bertubi-tubi.

Selama 14 tahun memimpin, Surawisesa harus menghadapi peperangan hingga 15 kali.

Perang-perang tersebut pecah di berbagai perbatasan wilayah Pajajaran dan hampir semuanya dimenangkan oleh pasukan militer yang dipimpin Surawisesa.

Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan di storyline di Museum Pajajaran ini adalah hasil kerja sama dengan Universitas Padjajaran (Unpad).

Ini menambah koleksi artefak-artefak kuno yang sudah ada di Museum Pajajaran ini.

"Ditambah dengan materi display perjalanan sejarah, storyline itu yang waktu itu dikerjasamakan dengan Universitas Padjajaran," kata Dedie Rachim, Rabu (3/6/2026).

"Ada kontribusi dari Universitas Padjajaran untuk studi tentang kesejarahan," kata Dedie.

Sementara untuk koleksi artefak atau benda pusaka dari era Kerajaan Pajajaran di museum ini sudah ada sekitar 80-an artefak.

Artefak-artefak ini berasal dari hibah serta pinjaman dari berbagai pihak, diantaranya dari Menteri Kebudayaan RI, dari Kampus Unpad, dan dari pihak-pihak lainnya.

Diketahui, Museum Pajajaran mulai diaktivasi oleh Pemkot Bogor di momen Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544.

Terpantau aktivasi museum ini dihadiri Wali Kota Bogor, pejabat terkait hingga para budayawan.

Pembanguan dan penataan museum ini baru selesai sekitar 80 persen, sehingga pembukaan untuk pengunjung sementara masih dibatasi hanya seminggu sekali di hari Rabu.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved