Bocah Tewas Digigit Anjing

Asal Usul Komunitas Berburu Babi Hutan yang Telan Korban di Jasinga Bogor, Kades: Tak Pernah Izin

Kades mengatakan, komunitas berburu ini sudah sering melakukan aktivitas di hutan area Desa Sipak, Kecamatan Jasingan.

Tayang:
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Tsaniyah Faidah
TribunnewsBogor.com
BOCAH DIGIGIT ANJING: Kepala Desa Sipak Agung Suryadinata menjelaskan, para pemburu babi hutan ini merupakan komunitas olahraga berburu. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Aktivitas berburu babi hutan menggunakan anjing pemburu di kawasan hutan wilayah Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor rupanya sudah sering digelar.

Aktivitas itu diketahui kerap digelar oleh kelompok komunitas olahraga berburu babi hutan.

Komunitas berburu ini juga datang dari luar, bukan berasal dari desa sekitar.

Kepala Desa Sipak Agung Suryadinata menjelaskan, para pemburu ini merupakan komunitas olahraga berburu.

Di hari kejadian setelah temuan adanya bocah tewas diterkam anjing pemburu, pihak desa mendapati ada 10 komunitas sebelum akhirnya diserahkan penanganannya ke Polisi.

"Anjingnya juga kita temukan sekitar kurang lebih 110-120-an dari 10 komunitas olahraga itu," kata Agung Suryadinata kepada wartawan, Selasa (9/6/2026).

Dia juga mendapati bahwa kendaraan komunitas berburu babi ini menggunakan plat kendaraan luar Bogor.

"Ketika dikroscek ada yang unitnya pakai kendaraan leter B dan lain-lain, campuran, 10 komunitas olahraga itu berbeda-beda. Bukan, bukan warga sini," kata Agung.

Kades mengatakan, komunitas berburu ini sudah sering melakukan aktivitas di hutan area Desa Sipak, Kecamatan Jasinga.

Namun disayangkan tidak ada izin ke desa ketika mereka melakukan aktivitas berburu babi hutan menggunakan senapan dan anjing pemburu ini.

"Sepertinya sering, sudah sering, tetapi tanpa koordinasi dan konfirmasi kepada pihak pemerintah, baik tingkat RT, tingkat RW, desa, maupun kecamatan," kata Agung.

"Maka dari itu, kita hari ini mengadakan musyawarah bersama masyarakat, melarang, aktivitas-aktivitas olahraga yang berada di wilayah kampung kami yang mengganggu ataupun yang mengancam keselamatan warga dan masyarakat saya tanpa izin tertulis dari pemerintah," imbuhnya.

Baca juga: Ada Ratusan Anjing Pemburu saat Insiden Tewasnya Bocah di Jasinga Bogor, 12 Ekor Hilang

BPD Desa Sipak, Nur Yasin menambahkan bahwa para komunitas berburu babi hutan ini berasal dari berbagai daerah.

"Itu orang luar juga gabungan. Ada yang dari Sukabumi, Jakarta, Tangerang, ada yang bahasa Padang, ada yang Batak. Saya waktu interaksi langsung dengan mereka satu-satu ya, 'Ini dari kelompok mana ini?' 'Oh, dari Sukabumi.' 'Ini kelompok mana?' 'Ini, Pak.' Kelompok ini. Beda-beda," kata Nur Yasin.

10 komunitas ini berkumpul untuk beraktivitas berburu bersama di hutan kawasan Desa Sipak di hari kejadian itu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved