Harga BBM Naik

Keluhan Karyawan Soal Efek Pertamax Naik Rp 16.250, Tak Sebanding dengan Nominal Gaji

BBM Ron 92 itu dianggap memiliki kualitas yang lebih baik untuk mesin kendaraan dibanding BBM bersubsidi jenis Pertalite.

Tayang:
Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
PERTAMAX NAIK - Antrean kendaraan mengisi BBM Pertamax di SPBU yang berlokasi di Jalan raya Bogor-Jakarta KM 44, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (10/6/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter dikeluhkan masyarakat.
  • Seorang karyawan swasta di Cibinong mengaku biaya transportasinya bertambah karena harga BBM naik.
  • Meski keberatan, ia tetap menggunakan Pertamax dan berharap pemerintah menurunkan kembali harganya.

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat.

Pasalnya, BBM Ron 92 itu dianggap memiliki kualitas yang lebih baik untuk mesin kendaraan dibanding BBM bersubsidi jenis Pertalite.

Akan tetapi, naiknya harga Pertamax yang sangat tiba-tiba dan naik hampir Rp4 ribu dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter sangat dikeluhkan.

Seperti halnya Agus, karyawan swasta pengguna roda dua yang menggunakan Pertamax sebagai bahan bakar motornya.

Ia mengaku kecewa dengan adanya kenaikan tersebut karena membebani pengeluarnnya untuk transport pulang-pergi kerja.

Sebab, jika biasanya dengan uang Rp25 ribu bisa mendapatkan 2 liter Pertamax, kini berkurang signifikan yang menjadi saya jelajah kendaraanya lebih pendek.

Hal itu diutarakannya usai mengisi BBM Pertamax di SPBU yang berlokasi di Jalan raya Bogor-Jakarta KM 44, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

"Bagi saya kan karyawan swasta berat juga, sementara kan gaji belum naik juga ibaratnya, otomatis nanti kebutuhan pokok bakal naik juga menurut saya pribadi," ujarnya, Rabu (10/6/2026).

Dengan adanya kenaikan tersebut, ia mengaku tetap memilih Pertamax sebagai bahan bakar kendaraanya agar mesin motornya tetap terawat.

Di samping itu, ia pun meminta pemerintah untuk mempertimbangkan kembali kenaikan tersebut di tengah kondisi ekonomi yang melemah seperti saat ini agar tidak membebani masyarakat.

"Kita sebagai rakyat yang dibawah keberatan dengan naiknya kayak ini. Kalau sebagai rakyat kecil sih pengennya harganya kembali lagi seperti yang kemarin lagi, kita kondisi lagi kurang bagus, rupiah lagi melemah," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved