Ternyata Cangkang Telur Bebek Bisa Dimanfaatkan Untuk Bahan Tambal Gigi
Dalam pelaksanaannya, untuk mendapatkan hidroksiapatit dari cangkang telur bebek, mereka menggunakan metode iradiasi microwave.
Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Yudhi Maulana Aditama
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Selain isinya, ternyata bagian telur bebek yang satu ini juga memiliki manfaat lain yang cukup penting.
Hal itu dibuktikan oleh sekelompok Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang mencoba memanfaatkan cangkang telur bebek untuk pengganti bahan penambal gigi.
Sumaya Yulia Putri, Angga Saputra, Annisa Tsalsabila, dan Nurhalim yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa – Penelitian (PKM-P) terdorong melakukan sebuah penelitian untuk mendapatkan bahan alternatif hidroksiapatit sebagai bahan untuk tambal gigi.
Selama ini, para dokter gigi menggunakan Hidroksiapatit (HAp) untuk menambal gigi.
Hidroksiapatit merupakan material yang bagus untuk implan tulang dan gigi, kandungan terbesar dari gigi itu adalah hidroksiapatit.
Namun, tingginya nilai impor terhadap biomaterial HAp menjadi masalah serius karena harga yang cukup mahal.
Tingginya nilai impor terhadap biomaterial HAp menjadi masalah serius karena harga yang cukup mahal.
"Karena kita tahu harga hidroksiapatit sangat mahal, maka kita mencoba sintesis dari bahan limbah yaitu cangkang telur bebek sebagai sumber kalsiumnya. Setelah kita mendapatkan hidroksiapatit kita tambahkan resin, dijadikan bahan untuk menambal gigi," kata Yulia.
Lanjutnya, Cangkang telur bebek itu kandungan kalsiumnya dalam bentuk kalsium karbonat sekira 94 persen.
Sehingga ia dan timnya mengambil kalsium dari cangkang telur bebek, lalu dcampurkan dengan fosfat untuk mendapatkan hidroksiapatit.
Dalam pelaksanaannya, untuk mendapatkan hidroksiapatit dari cangkang telur bebek, mereka menggunakan metode iradiasi microwave.
Metode ini digunakan karena memiliki keuntungan, diantaranya konsumsi energi yang rendah, ekonomis, dan dapat dioptimalkan untuk produksi masal.
Penggunaan iradiasi microwave akan mempercepat proses pembuatan nano HAp dibandingkan dengan metode konvensional lainnya.
Microwaves memiliki frekuensi 300 MHz - 300 GHz dengan panjang gelombang dari 1 m - 1 mm yang terletak antara frekuensi gelombang radio dan inframerah pada spektrum elektromagnetik.
Berdasarkan rangkaian uji yang dilakukan, mereka telah berhasil sampai pada tahap mendapatkan bahan uji hidroksiapatit dari cangkang telur bebek yang sesuai dengan literatur.
"Data untuk hidroksiapatit sudah didapatkan, tinggal kita mencoba untuk membuat tambal giginya dengan cara mencampurkan hidroksiapatitnya dengan resin. Sebenarnya hidroksiapatit itu merupakan kalsium fosfat dengan rasio molaritas 1,67 dan di penelitian ini didapatkan 1,68, dan itu sama dengan yang dikomersialkan saat ini,” terangnya.
Selanjutnya tim melakukan rangkaian uji untuk mengetahui apakah bahan material tersebut bisa diterima jaringan tubuh manusia atau tidak melalui sebuah uji in-vitro.
"Jadi uji in vitro itu kita melakukan pengujian material dengan cairan yang menyerupai tubuh, nanti kita lihat bagaimana interaksi apakah ada jaringan yang tumbuh atau tidak, karena dari situ kita bisa mengidentifikasi baik tidak buat gigi, bisa kompatibel tidak dengan gigi kita, kalo bisa menyerap berarti bisa berinteraksi dengan jaringan tubuh kita,” jelasnya.
Bagi dunia kesehatan, tambal gigi dari limbah cangkang telur bebek bisa diaplikasikan langsung kepada masyarakat dengan harga lebih ekonomis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/cangkang-telur-bebek_20170705_191503.jpg)