Dukung Mahasiswa, Polisi Ini Ngaku Ingin Gabung dengan Pendemo: Kalo Bisa Bareng Runtuhin DPR
Seorang anggota polisi jadi sorotan karena mendukung aksi demo yang dilakukan mahasiswa di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan.
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Vivi Febrianti
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Seorang anggota polisi jadi sorotan karena mendukung aksi demo yang dilakukan mahasiswa di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan.
Mengaku hampir meninggal dunia saat mengamankan aksi demo, anggota polisi itu menyalahkan anggota DPR RI.
Menurutnya, ia mempertaruhkan nyawa hanya demi anggota DPR RI yang rakus.
Ia pun berharap bisa ikut demo bersama mahasiswa dan sama-sama meruntuhkan DPR.
Sosok anggota polisi itu bernama Dimas Kurniawan.
Pada akun Facebooknya, Dimas Kurniawan memposting foto dirinya sedang berada di tengah aksi.
Dimas berada di tempat yang cukup aman dan jauh dari massa.
Ia pun terlihat berdiri di tengah jalanan yang kosong.
Dari kejauhan, terlihat kerumunan diduga merupakan massa pendemo.
Dimas pun mengurai curhatannya karena hampir mati gara-gara para anggota dewan.
"Hampir mati cuma demi manusia pemalas rakus dan artis gk laku yg gaji nya 3 juta sehari ajeng lah mending mancing gw mah," tulisnya.
Postingan itu pun viral di media sosial dan banyak dikomentari oleh netizen.
Rupanya ada netizen yang menyarankan agar Dimas bisa melindungi dirinya.
Terutama jika kondisi sudah mulai memanas, Dimas disarankan untuk menjauh agar selamat.
"Gw tau lu nyari duit bg, tp kalo massa udah ngamuk jangan ditahan kabur aja wkwk dri pada nyawa lu ikutan," kata akun Anakin Pen Tobat.
Namun bukannya ingin kabur, Dimas mengaku malah berencana gabung dengan para pendemo.
Ia ingin bergabung dengan mahasiswa dan rakyat untuk meruntuhkan DPR RI.
"Join lah kalo bisa bareng runtuhin DPR," balasnya.
Komentar Dimas itu pun mendapat banyak pujian karena ia berada di pihak pendemo.
Baca juga: Pernah Jadi Sekpri Kapolri, Kapolres Bogor Akan Sampaikan Langsung Aspirasi Pengemudi Ojol
"Mantap semoga chatmu gak dibaca atau dicepuin temen kerjamu bang," tulis akun Jon Jon.
Namun menurut Dimas, ternyata rekan-rekannya juga punya pemikiran yang sama dengannya.
Banyak yang mengumpat kekesalah pada anggota DPR RI.
"Yak elah temen gw pada dongkol juga anjer sepanjang di barisan ngumpat ngomong DPR kon***," tulisnya lagi.
Namun kini akun Facebook Dimas Kurniawan itu sudah tidak bisa ditemukan.
Banyak yang mendukung dan memuji sikap Dimas Kurniawan.
"Sebenernya masih banyak polisi yg waras dan melek keluhan masyarakat, cm ya tuntutan pekerjaan yg udh dibayar pemerintah," tulis akun @mermaid_darat11.
"Semoga oknum ini selamat," kata @meytzser.
"Sebenarnya itu pemikiran rata2 anggota polri. Tpi gak berani bersuara aja…," kata @dellayuza.
Baca juga: Tangisi Kematian Affan, Pasha Ungu Tetap Bela DPR RI, Ungkap Kerja Wakil Rakyat: Sampai Jam 12 Malam
7 anggota Brimob ditahan
Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim mengatakan, tujuh terduga pelanggar sudah diamankan di Div Propam Polri.
"Saat ini masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman," katanya saat konferensi pers, Jumat (29/8/2025).
Dari gelar awal, kata dia, sudah sepakati dan hasil rekomendasi secara menyeluruh, bahwa terhadap tujuh terduga pelanggar, telah terbukti melanggar kode etik profesi kepolisian.
"Oleh karena itu kami menyikapi rekomendasi berikutnya, yaitu mulai hari ini kami lakukan penempatan khusus di Div Propam Polri selama 20 hari terhadap 7 orang pelanggar. Sejak 29 Agustus sampai 17 September," ujarnya.
Ia pun merinci peran ketujuh anggota Brimob tersebut.
"Hasil identifikasi sementara yang sudah kita dapatkan, yaitu ditemukan dua orang yang duduk di depan termasuk pengemudi kendaraan tersebut, dan lima orang lainnya dalam posisi duduk di belakang," kata dia.
Rupanya kendaraan taktis (rantis) itu dikemudikan oleh Bripka R.
"Adapun pengemudi yang mengemudi, Bripka R, sedangkan yang duduk di sebelah pengemudi Kompol C," ujarnya.
"Sedangkan yang duduk di belakang, Aipda R, Briptu D, Bripda M, Baraka J, dan Baraka Y," tambahnya.
Irjen Pol Abdul Karim lahir pada 28 Februari 1974.
Ia merupakan seorang perwira tinggi Polri yang sejak 26 Juni 2024 menjabat sebagai Kepala Divisi Propam Polri.
Abdul Karim merupakan lulusan Akpol 1995 (Patriatama)
Ia berpengalaman dalam bidang reserse.
Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Kepala Kepolisian Daerah Banten.
Selain itu juga dia merupakan putra daerah Sulawesi Selatan yang berasal dari Sinjai.
Ikuti saluran Tribunnews Bogor di WhatsApp :
Detik-detik Dedi Mulyadi Dilempari Botol hingga Kayu oleh Pendemo, Kepalanya Terluka: Gak Apa-apa |
![]() |
---|
Geram Istri Polisi ke Ojol yang Tewas Dilindas Brimob: Udah Tahu Mobil Kenceng Bukannya Lo Minggir |
![]() |
---|
Jebol Gerbang Mako Polresta Bogor Kota, Pendemo Soroti Kematian Ojol: Ini Bukan Kali Pertama |
![]() |
---|
Kejanggalan Pengakuan Sopir Rantis Brimob yang Lindas Affan Kurniawan, Tak Peduli Mobilnya Nabrak |
![]() |
---|
"Saya Hantem Aja" Cerita Brimob Pengemudi Rantis Lindas Ojol, Ngaku Dikepung Tak Lihat Ada Korban |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.