Herman Budianto Akhirnya Dibebaskan Israel, Keluarga: Rasanya Plong

Keluarga Herman Budianto menerima kabar pembebasan keluarganya yang sebelumnya dikabarkan ditahan tentara Israel.

Tayang:
Editor: Vivi Febrianti
Kompas.com
Cindewilis, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Jatim, menunjukkan rekaman terakhir Herman, Kamis (21/5/2026). 9 Warga Negara Indonesia (WNI) dikabarkan disandera Israel saat mengikuti misi kemanusiaan untuk Palestina. Satu diantara 9 WNI itu adalah Herman Budianto yang merupakan asal Kabupaten Ponorogo, Jatim. (Tribun Jatim Network/Pramita Kusumaningrum) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Keluarga Herman Budianto, warga Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menerima kabar pembebasan keluarganya yang sebelumnya dikabarkan ditahan tentara Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Palestina bersama delapan Warga Negara Indonesia (WNI) lainnya. 

Diah Puspasari, adik Herman Budianto mengaku mendapat berita menggembirakan tersebut Kamis sore. 

“Dapat kabar dari istrinya Mas Herman Kamis sore tadi sekitar waktu ashar,” ujarnya melalui pesan singkat Kamis malam (21/5/2026). 

Ia menambahkan, meski sudah merasa lega dengan kabar yang diterima, keluarga masih memantau proses pemulangan Herman ke Indonesia. 

“Rasanya plong setelah menerima kabar pembebasan. Cuma ini proses pemulangannya masih mantau proses pemulangannya,” imbuhnya. 

Sebelumnya Herman Budianto warga Jalan Cindewilis, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo mengunggah video darurat berdurasi 39 detik yang kini tersebar di berbagai media sosial.

“Assalamualaikum, saya Herman Budianto dari Indonesia. Apabila melihat video ini berarti saya sudah ditangkap IOF,” ucap Herman dalam video yang beredar. 

“Kami adalah tim kemanusiaan dari Indonesia dan menembus blokade. Bertujuan menyampaikan kedamaian, bantuan berupa obat, makanan dan lain-lain. Untuk itu kami meminta pemerintah Indonesia membantu membebaskan kami dari tangkapan sergapan,” lanjutnya.

Sembilan WNI yang terdiri dari empat jurnalis dan lima aktivis dilaporkan ditangkap tentara Israel saat mengikuti misi pelayaran kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0. 

Lima WNI yakni Andi, Rahendro, Andre, Thoudy dan Abeng lebih dulu ditangkap pada Senin (18/5/2026). 

Herman dan Ronggo yang sebelumnya sempat lolos dari pengejaran akhirnya turut ditangkap pada Selasa (19/5/2026) waktu setempat. 

Beberapa jam kemudian, Asad dan Hendro juga mengunggah pesan darurat yang menyatakan mereka telah ditahan tentara Israel.

Sumber: Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved