Sebut Banjir Indramayu Gara-gara Saluran Air Terhambat, Lucky Hakim Maksimalkan Kolam Retensi

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mengungkap sejumlah faktor penyebab banjir yang mengancam kawasan perumahan di pusat kota Indramayu.

|
Editor: Vivi Febrianti
Instagram @luckyhakimofficial
LUCKY HAKIM VIRAL: Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mengungkap sejumlah faktor penyebab banjir yang mengancam kawasan perumahan di pusat kota Indramayu. 
Ringkasan Berita:
  • Jalan Sholeh Iskandar amblas tiba-tiba, lubang sedalam 3 meter muncul di tengah jalan
  • Lalu lintas langsung macet parah, pengendara was-was melintas dekat Lotte Mart Yasmin
  • Petugas sudah pasang pembatas, warga takut lubang makin melebar

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mengungkap sejumlah faktor penyebab banjir yang mengancam kawasan perumahan di pusat kota Indramayu.

Di antaranya, terhambatnya saluran pembuangan air akibat bangunan yang berdiri di atas saluran, serta belum optimalnya pengelolaan embung atau kolam retensi.

Menurut dia, kondisi tersebut menyebabkan ketinggian air di sejumlah kompleks perumahan di pusat kota terdampak banjir hingga mencapai pinggang orang dewasa.

“Faktor-faktor penyebab banjir tersebut didapat dari hasil dialog bersama warga, pengembang perumahan, dan lainnya,” kata Lucky Hakim dikutip dari Tribun Jabar, Jumat (13/2/2026).

Ia mengatakan, kolam retensi merupakan infrastruktur pengendali banjir berupa kolam atau waduk buatan maupun alami yang berfungsi menampung sementara air hujan dan limpasan permukaan.

Bahkan, keberadaan kolam retensi dinilai cukup efektif mencegah banjir karena mampu menampung debit air sungai yang meningkat saat hujan deras, sehingga tidak meluap ke permukiman warga.

"Kolam retensi juga turut mendukung konservasi air melalui proses peresapan ke dalam tanah, karena penanganan banjir harus mengedepankan pendekatan kolaboratif tanpa saling menyalahkan,” ujar Lucky Hakim.

Dalam kesempatan itu, sejumlah perwakilan warga dan pengembang perumahan turut memberikan masukan agar Pemerintah Kabupaten Indramayu segera mengeruk sedimentasi di sungai maupun saluran drainase, mulai dari pusat kota hingga ke muara.

Lucky menyampaikan, secara geografis Kabupaten Indramayu berada di wilayah dataran rendah dan merupakan daerah muara.

Karena itu, persoalan banjir harus ditangani secara menyeluruh dan humanis. Penanganan tersebut, kata dia, mencakup normalisasi drainase, pembersihan saluran, pembangunan kolam retensi, hingga kontribusi dari pengembang perumahan.

“Keterbatasan anggaran pemerintah daerah membuat kontribusi dari pengembang perumahan sangat membantu untuk menangani permasalahan banjir,” kata Lucky Hakim.

Sumber: Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved