Harga Plastik Bikin Pusing Pelaku UMKM, Begini Langkah-langkah yang Diambil Pemprov Jabar
Harga plastik saat ini membuat para pelaku usaha termasuk para pelaku usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM pusing.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Harga plastik saat ini membuat para pelaku usaha termasuk para pelaku usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM pusing.
Sebab lonjakan kenaikan harga yang tinggi membuat modal usaha mereka meningkat.
Kenaikan harga plastik ini diketahui terjadi karena bahan baku plastik impor yang terganggu akibat perang di Timur Tengah.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Nining Yuliastiani, mengatakan plastik merupakan salah satu komoditas impor yang relatif signifikan dalam struktur perdagangan Jawa Barat.
Setiap tahun, kata Nining, impor plastik Jawa Barat berkisar antara 8 hingga 9 persen dari total nilai impor.
Alhasil, harga plastik pun kian hari kian meroket tajam ketika pasokan impor ini terganggu.
Sebagai langkah mitigasi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai mendorong diversifikasi sumber impor bahan baku plastik.
Kebijakan ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk mengurangi ketergantungan pada negara pemasok tertentu.
Pemprov Jabar juga, kata Nining, tengah menginisiasi fasilitasi business matching antara pelaku industri di daerah dengan produsen bahan baku plastik dari negara alternatif.
Sejumlah negara yang sedang dipetakan sebagai calon pemasok baru antara lain Amerika Serikat dan India, yang dinilai memiliki kapasitas produksi cukup besar untuk memasok kebutuhan industri.
Melalui skema tersebut, pemerintah akan mempertemukan pelaku usaha di Jawa Barat dengan produsen bahan baku plastik dari negara lain guna menjaga keberlanjutan pasokan.
Selain mencari pemasok baru, Disperindag Jabar juga melakukan pemantauan terhadap ketersediaan stok dan perkembangan harga plastik di pasar.
Sejauh ini stok dinilai masih relatif aman, meskipun harga mengalami kenaikan.
Pemerintah juga mendorong pelaku usaha melakukan efisiensi penggunaan plastik dalam proses produksi, misalnya dengan menyesuaikan ketebalan kemasan agar biaya produksi dapat ditekan.
Upaya lain yang didorong adalah peningkatan penggunaan plastik daur ulang.
Saat ini sudah terdapat industri yang mampu mengolah plastik bekas menjadi bahan baku baru dengan kualitas cukup baik.
Selain langkah di sektor industri, pemerintah juga mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat, antara lain dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai melalui kebiasaan membawa tas belanja sendiri atau menerapkan sistem isi ulang (refill).
“Ke depan, pemerintah daerah juga berencana kembali mendorong regulasi pembatasan penggunaan plastik sekali pakai di tingkat kabupaten dan kota, terutama di pusat-pusat perdagangan,” katanya.
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Harga Berbagai Plastik Naik Tajam, Pemprov Jabar Dorong Diversifikasi Impor
| AS-Iran Menuju Damai, Jalur Strategis Selat Hormuz Bakal Dibuka Kembali dengan Syarat |
|
|---|
| Update Konflik AS-Iran 2026: Donald Trump Beberkan Syarat Kesepakatan Damai dengan Iran |
|
|---|
| Harga Minyak Goreng di Kota Bogor Kini Naik Imbas Konflik Timur Tengah, Segini Harganya Sekarang |
|
|---|
| Akhirnya Negosiasi AS-Iran Selama 21 Jam Gagal Capai Kesepakatan, Ternyata Ini Alasannya |
|
|---|
| Harga Plastik Melambung, Pedagang di Kota Bogor Ngeluh, Terpaksa Belanja Kini Dikurangi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Aneka-plastik-yang-dijual-di-Kota-Bogor-Melonjaknya-harga-plastik-imbas-perang-Timur-Te.jpg)