Breaking News

Info Tekno

Awas Penipuan Catut Bank Mandiri Lewat WhatsApp dan Email, Modus Info Palsu Rekening Kena Hack

Penipuan dengan menyasar para nasabah bank hingga 2026 masih marak terjadi. Salah satunya yang mencatut nama Bank Mandiri.

Tayang:
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Naufal Fauzy
Kolase
AWAS NASABAH KENA TIPU - Penipuan dengan menyasar para nasabah bank hingga 2026 masih marak terjadi. Salah satunya penipuan yang mencatut nama Bank Mandiri. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Penipuan dengan menyasar para nasabah bank hingga 2026 masih marak terjadi.

Salah satunya penipuan yang mencatut nama Bank Mandiri.

Dalam penipuan ini, modusnya nasabah yang ditargetkan diberitahu ada bahaya Hacker yang mengancam rekeningnya.

Namun pada faktanya, orang itu sendirilah sang Hacker.

Sampai akhirnya rekening korban dijebol dan isi rekening dikuras sang Hacker.

Kasus penipuan yang mencatut Bank Mandiri ini diungkap pakar keamanan siber Alfons Tanujaya melalui media sosialnya baru-baru ini.

Alfons menyebut bahwa teknik yang dilakukan Hacker ini masih berjenis phising yang mana penipu mencuri data penting korban.

Simak tanda-tanda kasus penipuan ini agar Anda bisa antisipasi.

1.Pesan via WhatsApp / Email

Nasabah yang ditargetkan akan menerima pesan lewat WhatsApp atau email dari sang penipu, pengirimnya tak dikenal namun memakai foto Bank Mandiri.

Isinya adalah terkait informasi transaksi mencurigakan atau ilegal di platform toko online menggunakan rekening nasabah atau info rekening korban kena Hack, informasi ini pasti membuat nasabah terkejut.

Isi pesan tertulis "transaksi berhasil. Jika bukan Anda, klik link," lalu korban kemudian diarahkan ke situs penanganan keamanan palsu yang sudah disediakan oleh penipu.

2. Halaman Situs Palsu

Halaman situs palsu yang diarahkan oleh si penipu memiliki alamat yang mencurigakan, bukan resmi Bank Mandiri.

Namun halaman situs didesain sedemikian rupa mirip dengan situs asli Bank Mandiri.

Isi halaman situs ini berisi beragam layanan layaknya situs resmi.

3. Pemblokiran Palsu

Salah satu layanan palsu di situs itu adalah tombol pemblokiran kartu kredit.

Nasabah calon korban diarahkan untuk memblokir kartu kredit karena info soal transaksi mencurigakan sebelumnya, padahal itu akal-akalan penipu.

Jika Anda klik blokir kartu kredit di halaman layanan pemblokiranbank/amankanbank di situs palsu tersebut, Anda diminta mengisi nomor kartu kredit, masa berlaku, CVV, dan OTP.

4. Link Batalkan Transaksi

Pada link situs palsu lannya ada link pembatalan transaksi yang juga mengarahkan nasabah calon korban ke situs palsu.

Di situs palsu ini bahkan korban diminta untuk memasukan user ID dan password M-Banking.

Saat itulah rekening korban bisa dibobol oleh sang Hacker dan dikuras isinya.

Ikuti saluran Tribunnews Bogor di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved