Home »

Metro

Kemenag Tak Segan Cabut Izin First Travel Bila Terbukti Menelantarkan Jamaah Umroh

First Travel yang hingga Bulan April 2017 tak mengeluarkan jadwal pemberangkatan, menurut Ade sama saja telah menelantarkan jemaah.

Kemenag Tak Segan Cabut Izin First Travel Bila Terbukti Menelantarkan Jamaah Umroh
dok First Travel/Tribunnews.com
Jemaah First Travel 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - PT First Anugerah Karya Wisata (FirstTravel) yang tak kunjung memberangkatkan jemaah umroh ke Tanah Suci lewat program promonya disoroti oleh Kementrian Agama (Kemenag) RI.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Seksi Haji dan Umroh Kemenag Kota Bogor, Ade Sarmili.

Menurutnya, saat ini Kemenag RI tengah melakukan pengawasan secara khusus terhadap First Travel.

"Sebenarnya ada beberapa travel lainnya yang diawasi, salah satunya First Travel ini," ujarnya saat dihubungi TribunnewsBogor.com, Kamis (20/4/2017).

Dia menjelaskan, sejauh ini pihaknya sudah mendapat banyak laporan dari masyarakat terkait First Travel yang tak kunjung mengeluarkan jadwal pasti pemberangkatan jemaah ke Tanah Suci.

"Untuk itu kami awasi terus baik itu dari sisi marketingnya, bagaiamana me-recruit jemaahnya, dan lain sebagainya," paparnya.

First Travel yang hingga Bulan April 2017 tak mengeluarkan jadwal pemberangkatan, menurut Ade sama saja telah menelantarkan jemaah.

Namun, kata dia, hal tersebut masih belum bisa dipastikan, sebab pihaknya hingga kini masih melakukan investigasi.

"Mereka kan berarti mengulur-ulur waktu, kasihan jemaahnya, harus dicari tahu akar permasalahannya di mana," jelasnya.

Lebih jauh Ade menjelaskan, bahwa bila First Travel telah terbukti menerlantarkan jemaah umroh, maka Kemenag tak segan akan membekukan izin First Travel sebagai penyelenggara umrah.

"Bahkan bisa saja dicabut izinnya, tapi itu ada tahapannya, dan Kemenag pusat memiliki kewenangan melakukan hal tersebut," tegasnya.

Dia pun menduga bahwa program promo yang dijalankan First Travel mengarah kepada penipuan.

Menurutnya, ada oknum yang sengaja memanfaatkan momentum banyaknya masyarakat yang ingin melakukan ibadah umroh.

"Bisa jadi ini permainan mafia, istilahnya gali lubang tutup lubang, sekarang kalau harga umroh Rp 14 atau Rp 17 jutaan itu kurang logis, standarnya itu Rp 20 jutaan, sekarang tiket pesawat pulang-pergi ke saudi berapa, belum hotelnya, logistiknya, makannya, dan yang lainnya, jadi ada indikasi ke arah penipuan," pungkasnya.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help