TribunBogor/
Home »

Metro

Tak Lagi Mesra Dalam Birokrasi, Pengamat Politik Sebut Ada Dalang Dibalik Keretakan Bima-Usmar

Selain jadwal kegiatan yang selalu berbeda, komunikasi atas pengambilan sejumlah kebijakan juga menjadi gambarannya.

Tak Lagi Mesra Dalam Birokrasi, Pengamat Politik Sebut Ada Dalang Dibalik Keretakan Bima-Usmar
Instagram
Wali Kota Bogor Bima Arya dan Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman mengakui bahwa hubungan birokrasinya dengan Wali Kota Bogor Bima Arya merenggang.

Tak ada lagi keakraban yang terjalin diantara keduanya.

Selain jadwal kegiatan yang selalu berbeda, komunikasi atas pengambilan sejumlah kebijakan juga menjadi gambarannya.

"Ya sedikit memudar, tapi bisa diperbaiki, tapi saya selalu komunikasi dengan Pak Wali melalui media WhatsApp, pada tidak tahu aja," ungkapnya kepada TribunnewsBogor.com.

Menurut Pengamat Kebijakan Publik, Sosial dan Politik dari Universitas STKIP Muhamadiyah, Yus Fitriadi kerenggangan antara politisi Demokrat dan PAN ini terjadi karena ambisi keduanya yang menggebu.

"Sangat mungkin terjadi keregangan pada Bima dan Usmar, karena keduanya memiliki ambisi politik di mana Bima baru satu periode menjabat dan Usmar belum menjadi wali kota, sehingga keduanya punya ambisi luar biasa yang buat mereka terlihat mesra padahal punya agenda politik masing-masing," papar Yus saat dihubungi TribunnewsBogor.com, Senin (11/9/2017).

Yus mensinyalir faktor yang membuat hubungan Bima - Usmar kian merenggang disebabkan keduanya memiliki urusan internal yang belum terselesaikan.

Pengamat Kebijakan Publik, Sosial dan Politik dari Universitas STKIP Muhamadiyah
Pengamat Kebijakan Publik, Sosial dan Politik dari Universitas STKIP Muhamadiyah (ist)

"Tapi bisa juga banyak yang ngomporin agar mereka tak mesra lagi," ucapnya.

Dia pun memastikan bahwa hubungan antara Bima dan Usmar tidak akan mesra jelang Pilwakot lantaran memiliki orientasi politik masing-masing.

"Karakteristiknya seperti itu, kecuali Usmar sangat sadar betul bahwa sejak awal terpilihnya akan bersama Bima lagi, tapi kalau sejak awal Usmar sudah menyatakan akan maju, secara psikologis kan tidak mungkin kemudian dekat," terangnya.

Di sisi lain, Yus menilai kerenggangan antata Bima dan Usmar seharusnya tidak terjadi, sebab keduanya masih memilik tanggung jawab untuk menuntaskan tugas-tugasnya.

"Ketika ketidakmesraan ini ditampilkan, tentu adalah perilaku yang tidak profesional, karena memang mereka belum tuntas kepemimpinannya, masih banyak program prioritas yang belum selesai," pungkasnya.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help