Anaknya Lumpuh Usai Tertimpa Tiang Bendera, Pria Ini Ingin Tunjukkan Pecahan Tengkorak ke Jokowi

Zubaida mengatakan paska operasi dan pengobatan anaknya Ia pun mendapat bantuan dari pihak sekolah dan dinas pendidikan.

Anaknya Lumpuh Usai Tertimpa Tiang Bendera, Pria Ini Ingin Tunjukkan Pecahan Tengkorak ke Jokowi
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Taruna Meliala dan Zubaida orangtua dari Khoir Muliadi Meliala (14) seorang anak yang mengalami lumpuh akibat tertimpa tiang bendera ketika usianga berumur 8 tahun 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Suami Istri asal Provinsi Riau  yang membawa anaknya yang menderita lumpuh masih bertahan di Kota Bogor untuk bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Bogor.

Khoir Muliadi adalah anak dari pasangan Taruna Meliala dan Zubaida yang menderita lumpuh karena tertimpa tiamg bendera di sekolahnya pada 2012 lalu.

Sejak itu Taruna ayah dari Khoir dan Zubaida sang ibunda terus berjuang agar anaknya bisa mendapatkan pengobatan.

Zubaida mengatakan paska operasi dan pengobatan anaknya Ia pun mendapat bantuan dari pihak sekolah dan dinas pendidikan.

Baca: Ngeri! Mantan Teroris Bocorkan Pesan Rahasia Dibalik Bom Bunuh Diri Surabaya Oleh Wanita dan Anaknya

Namun rupanya bantuan tersebut tidak men-cover biaya keseluruhan pengobatan sang anak.

zubaida dan sang suami pun menjual kendaraam dan rumah mereka tinggal di Riau untuk pengobatan anaknya yang memakan biaya hingga ratusan juta.

Taruna Meliala menunjukan tengkorak kepala anaknya, Khoir Muliadi yang pecah karena tertimpa tiang bendera
Taruna Meliala menunjukan tengkorak kepala anaknya, Khoir Muliadi yang pecah karena tertimpa tiang bendera (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Namun karena tidak ada biaya lagi, pengobatan Khoir pun sempat berhenti, bahkan Ia pernah diusir oleh pihak rumah sakit.

"Selama enam tahun kami berjuang agar anak kami bisa mendapatkan pengobatan, waktu di rumah sakit di Riau, kami tidak bisa berobat, katanya anak kami emang kondisinya seperti ini tidak bisa diapa-apakan lagi," katanya.

Padahal kata Zubaida, saat setahun lalu dirinya memberanikan diri membawa anaknya ke Jakarta, Khoir pun mendapat perawatan yang memadai.

Baca: Sedih ! Dijemput Sang Ibu Untuk Ikut Bom Bunuh Diri, Ais Kini Yatim Piatu dan Hidup Sebatang Kara

"Enam tahun kami berjuang untuk abak kami, sampai setahun lalu, saya mulung karena memang sudah tidak punya apa-apa lagi, kemudian saya mulung agar punya ongkos untuk berobat ke Jakarta," katanya.

Kini Ia pun berharap agar Presiden Jokowi mau menemui mereka.

Karena mereka pun tidak tau lagi bagaimana caranya untuk bisa menyembuhkan anaknya.

"Saya hanya ingin mendapatkan perawatan dan pelayanan kesehatan untuk anak saya, yang penting bisa jalan lagi biar bisa sekolah lagi, saya tau memang harusnya ini diselesaikan di daerah, tapi kami tekesan diacuhkan, padahal peristiwa yang terjadi pada anak kami ini adalah kelalaian saat tiang bendera rubuh," katanya

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help