IPB Segera Berlakukan Sistem Keuangan Terintegrasi Berbasis Aplikasi 

Dalam sosialisasi ini Dr. Agus mengundang semua pimpinan unit yang ada di IPB karena sistem ini akan segera diberlakukan.

IPB Segera Berlakukan Sistem Keuangan Terintegrasi Berbasis Aplikasi 
Humas IPB

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Tahun lalu, Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum dengan Serapan Anggaran Terbaik, yakni mencapai 99,7 persen.

Untuk mempertahankan capaian tersebut dan mempermudah proses serapan anggaran serta tercapainya akuntabilitas dan transparansi, tahun ini IPB menerapkan sistem online dalam  semua mekanisme implementasi kegiatan dan anggaran Tahun 2018.

“Semuanya serba online dengan Berbasis Sistem Keuangan Terintegrasi atau Aplikasi,” ujar Wakil Rektor Bidang Sumberdaya, Perencanaan dan Keuangan, Dr. Agus Purwito saat menjadi narasumber sosialisasi  Mekanisme Implementasi Kegiatan dan Anggaran 2018 di Ruang Sidang Senat Akademik, Kampus IPB Dramaga (15/5).

Dalam sosialisasi ini Dr. Agus mengundang semua pimpinan unit yang ada di IPB karena sistem ini akan segera diberlakukan.

Sementara itu Direktur Perencanaan, Pemonitoran dan Evaluasi IPB, Dr. Ir. Hari Wijayanto, M.Si menyampaikan bahwa anggaran IPB dialokasikan sebagai operasional kantor/pendidikan dan program atau kegiatan.

“Semua program harus ada Term of Reference (TOR) yang diisi secara online. Sehingga dalam sistem keuangan terintegrasi, setiap pengajuan akan terlihat TOR kegiatan yang akan dilakukan. Mudah-mudahan dengan sistem formasi ini kita lebih efektif dan efisien,” ucapnya.

Untuk alokasi anggaran, Dr. Hari membaginya dalam beberapa bagian.

Untuk program atau kegiatan di tingkat rektorat dialokasikan ke unit wakil rektor  atau sekretaris institut, LPPM, kantor, direktorat, biro dan unit penunjang.

Sementara untuk kegiatan operasional pendidikan dan program/kegiatan di unit akademik dialokasikan sebagai operasional Pendidikan Belajar Mengajar (PBM) dan pengembangan akademik sedangkan di pusat-pusat studi di bawah LPPM  diarahkan sebagai operasional kantor dan pelaksanaan kerjasama. 

Terkait program bersama seperti pengadaan peralatan laboratorium, pemeliharaan, pengembangan sumberdaya manusia, pengadaan bahan pustaka, penunjang praktikum, akreditasi dan sertifikasi, mobilitas dosen, hibah publikasi, penunjang PBM akan dialokasikan pada unit tertentu sebagai penanggung jawab atau koordinator program atau kegiatan bersama sesuai dengan mandat atau tupoksinya.

Dalam pertemuan ini dibahas juga detail informasi tentang kelompok biaya operasional, biaya informasi kantor, biaya operasional pendidikan, program/kegiatan bersama, tugas unit koordinator program/kegiatan bersama, program/kegiatan bersama, program World Class University (WUR), proses pengadaan barang atau jasa dalam program/kegiatan, proses pengadaan barang/jasa, format TOR untuk pengajuan anggaran kegiatan yang terdapat dalam aplikasi.

Turut hadir sebagai narasumber, Direktur Keuangan dan Akuntansi, Dr. Indah Yuliasih yang membahas tentang mekanisme pengajuan keuangan serta hal-hal terkait proses-proses akuntansi. 

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved