Ketua KNIU Sebut Aksi Teror Merupakan Bentuk Komunikasi yang Negatif

Ketua Harian Komite Nasional Indonesia Untuk Unesco kemendikbud Arief Rachman pun angkat bicara.

Ketua KNIU Sebut Aksi Teror Merupakan Bentuk Komunikasi yang Negatif
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Ketua Harian Komite Nasional Indonesia Untuk Unesco kemendikbud Arief Rachman 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Sejumlah aksi teror yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia menyisakan duka mendalam.

Mirisnya aksi keji tersebut dilakukan dengan melibatkan anak-anak.

Ketua Harian Komite Nasional Indonesia Untuk Unesco kemendikbud Arief Rachman pun angkat bicara.

Menurutnya aksi teror yang terjadi adalah karena para pelaku teror menemukan jalan buntu

"Karena ada jalan yang buntu untuk dia (pelaku teror), Maksudnya kalau kamu jalannya buntu untuk keluarga kamu, pasti kamu akan teror mereka," katanya saat ditemui di Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia, Rabu (16/5/2018).

Arief juga mengatakan bahwa aksi teror merupakan bentuk komunikasi yang sangat negatif.

Hal itu bisa terjadi dikarenakan adanya jalan yang tidak terbuka.

"Kalau terbuka pasti mereka tidak akan melakukan teror," ujarnya.

Terkait dengan adanya anak-anak yang dilibatkan Arief pun masih bertanya-tanya.

"Saya pikir kenapa nggak pakai nenek-nenek juga mereka, Sekalian, Kan itu satu keluarga, kalau saya membayang-bayang ya, seandainya mereka nggak mati saya akan tanya kenapa mereka melakukan itu, Dibayangan saya, ada empat jawaban yang akan mereka keluarkan, Pertama saya dibayar jadi mereka got money yang bisa mereka gunakan untuk beli tanah atau rumah, Kedua mereka disegani dengan melakukan ini, Untuk apa mereka hidup tak herarti, lebih baik mati tapi namaku tertulis. Ketiga kadang-kadang karena kependekan berfikir," ucapnya.

Arief juga menjelaskan bahwa akai teror memang tidak dibenarkan.

"Mereka kira bisa dilakukan perubahan dengan melakukan hal itu, padahal tidak mungkin, Perubahan bisa dilakukan menurut saya lewat proses, orang harus sabar, enggam bisa orang teror kalau nggak sabar, ngapain sih neror itu, Orang kalau tidak ditanggapi, mereka akan neror supaya ditengok, dilihat," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved