Surabaya Diteror Bom

Kisah Pilu Wanita Mantan Sopir Bus, Korban Bom Gereja Hidup Sebatang Kara, Ini Pesan Terakhirnya!

Informasi dari rekan-rekannya, sebelum bom menghantam Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, Tutik duduk di teras gereja.

Kisah Pilu Wanita Mantan Sopir Bus, Korban Bom Gereja Hidup Sebatang Kara, Ini Pesan Terakhirnya!
Kolase TribunBogor
Tutik dan ledakan bom gereja Surabaya 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Duka mendalam memang masih dirasakan oleh para korban ledakan bom di tiga Gereja di Surabaya.

Bagi keluarga korban, hal terberat adalah mengikhlaskan para kerabatnya untuk tak lagi hidup di dunia.

Tragedi berdarah 3 Gereja di Surabaya menewaskan sebanyak 14 orang.

Termasuk seorang wanita berusia nyaris 70 tahun yang ternyata menyimpan cerita sangat memilukan.

Baca: Sempat Dikira Perampokan, Densus 88 Tangkap M Choir Di Tangerang

Dikutip dari Kompas.com, kisah tersebut membuat kita sangat bersedih.

Bagi keluarga korban meninggal bom Gereja Pantekosta Surabaya, Sri Pudjiastuti yang biasa disapa Tutik merupakan sosok yang tangguh.

Tutik adalah seorang perempuan yang biasa bekerja keras.

Menjadi seorang sopir bus malam hingga sopir taksi sudah pernah dilakoninya.

"Almarhumah itu mantan sopir bus malam dan taksi di Surabaya."

"Jadi kalau di terminal itu sudah kayak cowok begitu," ujar Tri Nuryani (57), kerabat korban kepada wartawan di sela pemakaman Sri Pudjiastuti di Tempat Pemakaman Umum Bonoloyo, Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa (15/5/2018) siang.

Tutik
Tutik ()
Halaman
1234
Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved