Ingin Punya Istri Cantik? Coba Nikahi Wanita dari 7 Negara Ini, Ada Yang Bersedia Bayar Mahal

Beberapa negara bahkan bersedia membayar sejumlah besar uang jika kamu bersedia menikahi perempuan di sana.

Editor: khairunnisa
tribun travel
wanita 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Statistik dunia menunjukan perbandingan besar dari jumlah populasi pria dan wanita.

Ketidakseimbangan ini sangat kuat di beberapa negara daripada negara lain, dimana laki-laki sangat diminati dan perempuan akan melakukan apa saja untuk menarik pasangan laki-laki.

Tak cuma para wanitanya saja yang berjuang menarik perhatian kaum pria, negara juga.

Beberapa negara bahkan bersedia membayar sejumlah besar uang jika kamu bersedia menikahi perempuan di sana.

Dilansir TribunTravel.com dari laman ourtripguide.com, 7 negara yang bersedia membayar pria yang mau menikahi wanita lokalnya.

1. Italia

Perempuan
Perempuan ()

Baca: 5 Tips Ampuh Menahan Emosi dan Amarah Saat Sedang Berpuasa

Italia, tanah cinta dan romansa secara luas terkenal dengan kekayaan budaya dan masakannyaa.

Negara yang indah ini memiliki populasi yang sangat kecil dan tidak seimbang , dimana rasio perempuan lebih tinggi daripada laki-laki.

Alasan di balik ketidakseimbangan ini adalah kenyataan bahwa wanita yang sudah menikah di sana sama sekali menolak gagasan melahirkan lebih dari satu anak.

Bormida adalah sebuah desa yang terletak tepat di barat laut Italia mengusulkan program yang menawarkan sekitar 2.000 Euro setara Rp 33 juta kepada siapa saja yang bersedia pindah untuk menetap di sana dan menikah dengan satu wanita Italia.

Jika ide itu terdengar keren, maka, yang kamu butuhkan hanyalah mengemas tas dan pergi ke sana.

2. Portugal

Portugal
Portugal ()

Tahukah bahwa 70% dari populasi Portugis sebenarnya adalah wanita?

Baca: Bukan Bom, Benda Mencurigakan yang Kemudian Meledak di Tol Sidoarjo Ternyata Ini

Faktanya, rasio jenis kelamin berbeda-beda berdasarkan kelompok dan juga berdasarkan lokasi.

Orang Portugis juga tidak melahirkan banyak anak, fakta yang mengarah pada masalah populasi yang tidak seimbang.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved