Surabaya Diteror Bom

Warga Tolak Jenazah Keluarga Teroris dan Tutup 7 Lubang Kuburan, Risma Kirim Surat ke MUI

Namun Wali Kota Risma mengaku kesulitan dan tidak bisa berbuat apa-apa atas penolakan tersebut.

Warga Tolak Jenazah Keluarga Teroris dan Tutup 7 Lubang Kuburan, Risma Kirim Surat ke MUI
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Warga Putat Jaya, Surabaya, menutup lubang makam yang rencananya akan digunakan untuk mengubur teroris. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya mengaku sudah mengirim surat kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surabaya, terkait pemakaman jenazah pelaku bom Surabaya, Jumat (18/5/2018).

Wali Kota Risma berkirim surat karena sejumlah masyarakat kota Surabaya menunjukkan penolakan, dengan menutup makam dan memasang spanduk.

Saat dikonfirmasi, Ainul Yaqin, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur membenarkan surat wali kota Surabaya.

 "Bu Risma berkirim surat ke MUI Surabata. Nanti MUI Surabaya yang akan menjawabnya," kata Ainul Yaqin saat dihubungi SURYA.co.id.

Baca: Jelaskan Perbedaan JI dan JAD, Ali Imron: Kemampuan Kami Lebih Besar dari ISIS

Ainul Yaqin, menegaskan apapun bentuk penolakannya, mengubur jenazah bagi warga muslim adalah kewajiban.

"Prinsip memang mengubur jenazah muslim adalah wajib kifayah. Jika tidak ada yg mengubur semua berdosa. Memang terorisme adalah kejahatan, yang ditimbulkan antara lain karena paham yang salah. Tapi bagaimanapun adalah muslim lebih-lebih dia juga salat," kata Yaqin menanggapi.

Kirim Surat ke MUI

Sebelumnya, Pemakaman jenazah pelaku bom bunuh diri mendapat penolakan dari sejumlah warga di Surabaya.

Beberapa pemakaman bahkan ditutup, sebagai bentuk keberatan warga.

Baca: Wanita Ini Nekat Menerobos Masuk ke Rumah Terduga Teroris di Tangerang, Netter Soroti Motornya

Kabar ini ternyata sudah sampai ke telinga Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya.

Halaman
123
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help