Menperin Airlangga Sebut Industri Farmasi Paling Terkena Imbas Melemahnya Rupiah

Airlangga menyebutkan industri yang cukup terdampak karena bahan baku impornya tinggi adalah sektor industri.

Menperin Airlangga Sebut Industri Farmasi Paling Terkena Imbas Melemahnya Rupiah
Kompas.com
Menteri Perindustrian yang juga Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Istana, Kamis (15/3/2018).(KOMPAS.com/Ihsanuddin) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih terus melemah, tercatat pada penutupan perdagangan Selasa (22/5/2018), rupiah masih berada di angka Rp 14.200.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hatarto menyebutkan dengan menguatnya nilai dolar yang paling terkena dampak negatifnya adalah industri yang bahan bakunya masih mengimpor.

 "Paling persoalan itu adalah industri yang bahan bakunya impor penjualannya domestik. nah itu bahan bakunya dolar jualnya rupiah," kata Airlangga Hatarto, di kediaman dinasnya di kawasan Widya Candra, Jakarta Selatan, Selasa (23/5/2018).

Airlangga menyebutkan industri yang cukup terdampak karena bahan baku impornya tinggi adalah sektor industri.

"Ada banyak sektor termasuk farmasi. industri farmasitikle menjadi persoalan karena dia sebagian bahan baku impor jualnya rupiah," ungkap Airlangga.

Untuk membantu industri farmasi, Kementerian Perindustrian akan meningkatkan pelaku industri dalam negeri agar memproduksi lebih banyak bahan yang digunakan untuk industri farmasi.

"Oleh karena itu Kemenperin sedang berbicara utk lokal konten. jadi semakin banyak konten lokal itu akan sangat membantu daya saing industri," ungkap Airlangga.

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help