Pelaku yang Tewaskan Pelajar di Bogor usai Pulang Nobar Piala Dunia Sudah Tertangkap Polisi

Satreskrim Polresta Bogor Kota Kompol Agah Sonjaya mengatakan bahwa pelaku ditangkap di dua lokasi berbeda.

Pelaku yang Tewaskan  Pelajar di Bogor usai Pulang Nobar Piala Dunia Sudah Tertangkap Polisi
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Polresta Bogor Kota mengamankan pelaku tawuran serta barang bukti senjata tajam di Mapolresta Bogor Kota di Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Selasa (24/7/2018) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Polisi menangkap dua pelaku pembacokan terhadap seorang pelajar SMA, RF (16) usai nonton bareng piala dunia di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Tanah Saeral, Kota Bogor pada, Minggu (15/7/2018).

Satreskrim Polresta Bogor Kota Kompol Agah Sonjaya mengatakan bahwa pelaku ditangkap di dua lokasi berbeda.

Satu pelaku ditangkap di Bogor dan satu pelaku lagi ditangkap pada Sabtu (21/7/2018) beberapa hari lalu di Berebes.

"Diawali memang dini hari jam 1.30 ada laporan, kemudian kita olah tkp sampai sore dalam waktu 24 jam kita sudah mengetahui siapa-siapa yang menjadi pelakunya, dan alhamdulillah kerja keras kami mengetahui yang diduga pelaku, pertama diamankan di Kota Bogor,  kedua diamankan hari Sabtu, kemarin kita amankan di wilayah Jawa Tengah Berebes," katanya saat pres rilis di Mako Polresta Jalan Kapten Mulihat, Selasa (24/7/2108).

Agah menyebutkan peran masing-masing pelaku berbeda.

"Yang satu menghadang, satu lagi melakukan pembacokan, dari hasil pemeriksaan dari dua kelompol korban ataupun pelaku sebelumnya ada satu kejadian akan ada Kejadian tererjadi pelakelahian, sakit hati kemudian dihadang kembali, yang menghadang itu tersangka," ujarnya.

Agah menjelaskan para pelaku masih berusia di bawah umur.

Meski demikian para pelaku tetap dikenakan sanksi hukum yang berlaku

"Undang undang perlindungan anak, yang berbeda hanya acara hukumnya saja yang berbeda prosesnya tujuh hari, Pasal 80 ayat 3 undang undang perlindungan anak ancaman hukuman 15 tahun," katanya.

Dari hasil pemeriksaan para saksi, Agah menjelaskan bahwa sebelum peristiwa pembacokan ada sebuah perkelahian antar dua kelompok.

Namun karena merasa sakit hati dua orang dari kelompok tersebut datang dan menghadang korban

"Berdasarkan keterangan dipihak pelaku ada tujuh orang tetapi yang terlibat perkelahian itu dua orang, dan dipihak korban ada tujuh motor berboncengan, perannya itu satu yang menghadang yang satu melakukan pembacokan Yang lain kita jadikan saksi, ini baru kejadiannya, bukan dendam, bukan antar kelompok sekolah bukan juga berandalan motor, murni diawali akibat ari nongkrong-nongkrong," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved