Info Kesehatan
Waspada ! Terlalu Banyak Tidur Bisa Ancam Kesehatan, Berbagai Penyakit Bahaya Ini Akan Menyerang
Beberapa penelitian menemukan hubungan terlalu banyak tidur dan penambahan berat badan, yang lebih merupakan jalan dua arah daripada sebab akibat.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Mengingat pentingnya tidur, sebagian dari kita bertanya-tanya apakah kita terlalu banyak tidur? Apakah itu memengaruhi kesehatan kita?
Kebanyakan orang dewasa yang berusia 18 hingga 64 tahun harus mendapatkan waktu tidur antara 7 hingga 9 jam setiap malam.
Tentu, banyak orang bisa melebihi rentang ini disebabkan karena berbagai hal, seperti jet lag atau minggu yang sangat sibuk.
Secara teratur tidur selama berjam-jam, sulit beranjak dari kasur dan mengalami sakit kepala sepanjang hari dianggap sebagai gejala hipersomnia yang mungkin terjadi yaitu kebalikan dari insomnia.
Beberapa penelitian menemukan hubungan antara terlalu banyak tidur dan penambahan berat badan, yang lebih merupakan jalan dua arah daripada sebab dan akibat.
"Yang kami tahu adalah karena orang-orang menjadi lebih gemuk, mereka cenderung tidur panjang," kata Dra. Michael Irwin, seorang profesor di University of California, Los Angeles.
"Dan jika kamu tidur panjang, kamu lebih mungkin menjadi gemuk."
Dengan cara yang sama, tidur panjang juga dikaitkan dengan masalah medis seperti diabetes, penyakit jantung, depresi, dan stroke.
• Penampilan AOA Sukses Hipnotis Penonton Di Penutupan Asian Para Games 2018, Lihat Lagi Videonya Yuk!
• Bawakan Lagu Untukmu, Penyanyi Raisa Menginspirasi Mahasiswa IPB
Menghabiskan waktu berlebih dalam posisi horizontal, terutama jika kasur tidak dalam kondisi baik, bisa juga menyebabkan nyeri punggung.
Sakit kepala juga bisa dipicu oleh tidur berlebihan, seperti dicatat oleh American Migraine Foundation.
Kemampuan kognitif mungkin juga terpengaruh, seperti yang diungkapkan oleh temuan terbaru dari apa yang peneliti sebut studi tidur terbesar di dunia.
Melibatkan lebih dari 10.000 orang dari seluruh dunia, para peneliti menemukan mereka yang tidur selama 7 hingga 8 jam semalam menunjukkan kinerja yang lebih baik dalam tes kemampuan otak.
Mereka yang tidur lebih dari itu sama lemahnya dengan mereka yang tidur kurang tidur.
"Jadi, jika Anda tidur 11 jam setiap hari selama sebulan, itu bisa berpengaruh pada otak Anda seperti tidur terlalu sedikit setiap hari selama sebulan," kata penulis utama Conor Wild dari Western University di Kanada.
• Penutupan Asian Para Games 2018 - Jusuf Kalla Ucapkan Selamat Pada Atlet China
• TERPOPULER- Pidato Game of Thrones Jokowi Tabur Pujian, Sudjiwo Tedjo: Aku Pilih yang Ngerti Wayang
Penalaran dan kemampuan verbal yang paling terpengaruh, dan Wild percaya itu mungkin efek inersia tidur.