Dampak Angin Puting Beliung, Bangunan Makom Embah Dalem di Bogor Rusak

Bangunan di Makom Embah Dalem yang berada di Jalan Lawanggintung, Kelurahan Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor rusak

Dampak Angin Puting Beliung, Bangunan Makom Embah Dalem di Bogor Rusak
TribunnewsBogor.com/Sachril Agustin Berutu
Petugas sedang mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa bangunan dikawasan Petilasan Embah Dalem Batutulis yang berada di Jalan Lawanggintung, Kelurahan Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Senin (10/12/2018) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Sachril Agustin Berutu

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR SELATAN - Bangunan di Makom Embah Dalem yang berada di Jalan Lawanggintung, Kelurahan Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor rupanya terkena dampak angin puting beliung yang terjadi pada Kamis (6/12/2018) lalu.

Pohon berdiameter cukup besar itu tumbang hingga menimpa bangunan di kawasan petilasan Embah Dalem itu.

Pantauan TribunnewsBogor.com, Senin (10/8/2018)  beberapa petugas dari BPBD dan Tagana Kota Bogor terlihat sedang mengevakuasi pohon yang menimpa bangunan dilokasi tersebut.

Dinding bangunan tampak ada yang runtuh serta sebagian atapnya terlihat rusak.

Juru kunci Petilasan Embah Dalem Batutulis, Mah Piah mengatakan, perbaikan sementara yang dilakukan hanya pergantian atap genteng bangunan saja.

"Sebagian genteng baru diganti kemarin (Minggu, 9/12/2018). Tapi kamar mandi yang rusak belum diperbaiki," katanya, di Petilasan Embah Dalem Batutulis, Kelurahan Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Senin (10/12/2018).

Ia menambahkan, untuk makam yang rusak karena pohon yang roboh itu merupakan makam juru kunci generasi sebelum Mah Piah.

"Makam yang dibawah itu adalah makam juru kunci. Makam yang rusak itu makam uwa, kakaknya bapak emak," beber Mah Piah.

Lainnya, Mah Piah berharap agar segera mendapat bantuan dari pemerintah.

Sebab, Petilasan Embah Dalem Batutulis yang merupakan satu di antara cagar budaya di Kota Bogor ini, juga banyak didatangi peziarah.

"Ini musibah, saya hanya menunggu dan merawat saja. Saya harap agar ada bantuan rehab agar tempat ini menjadi seperti sedia kala," pungkasnya.

Penulis: Sachril Agustin Berutu
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved