Asal Usul Jembatan Cinta dan Pohon Jodoh di Kebun Raya Bogor
Konon asal mula mitos Jembatan Cinta tersebut berawal dari kisah seorang Noni Belandà yang memadu kasih dengan seorang pribumi
Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Yudie Thirzano
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudhi Maulana
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR - Kebun Raya Bogor menyimpan berbagai kisah yang menarik.
Di antaranya adalah legenda Jembatan Cinta dan Pohon Jodoh.
Di Jembatan Cinta, mitos yang beredar yakni bila ada sepasang kekasih yang melintasi jembatan tersebut maka hubungan cintanya akan berakhir.
Pegawai bagian Informasi Kebun Raya Bogor, Dini Ariesti menceritakan konon asal mula mitos tersebut berawal dari kisah seorang Noni Belandà yang memadu kasih dengan seorang pribumi.
"Dari cerita yang saya dengar, katanya hubungan mereka berdua gak direstui. Akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah," katanya saat ditemui, Kamis (1/10/2015).
Ia bercerita, karena hubungan mereka tidak direstui, Noni Belanda tersebut memutuskan untuk bunuh diri.
Sang Noni meloncat ke Sungai Ciliwung dari Jembatan Cinta.
Begitu juga dengan pria pribumi sang kekasih, yang ikut bunuh diri terjun ke sungai.
Dari legenda tersebut, muncul lah mitos Jembatan Cinta tersebut.
Jembatan Cinta yang terbuat dari baja berwarna merah tersebut berada di atas Sungai Ciliwung, Kota Bogor, Jawa Barat.
Kisah Pohon Meranti dan Beringin
Selain Jembatan Cinta di taman yang berada di Jalan Ir H Djuanda Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor itu ada pula mitos lainnya yakni Pohon Jodoh.
Disebut Pohon Jodoh, karena ada 2 pohon yakni pohon Meranti dan Pohon Beringin Putih yang posisinya saling berdekatan.
"Pohon Merantinya berwarna kehitaman jadi diibaratkan sebagai laki-laki, kalau Beringin Putih batangnya berwarna putih jadi diibaratkan perempuan," tutur Dini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/jembatan-cinta-di-kebun-raya-bogor_20151001_194440.jpg)