Breaking News:

Subsidi Listrik Dicabut, Petugas Kebersihan di Bogor: Rp40 Ribu/Bulan Saja Berat Pak!

Selama ini saya sudah pakai token listrik, ya saya harus hemat.

TribunnewsBogor.com/Yudhi Maulana Aditama
Tuti Hernawati seorang petugas kebersihan taman di Kota Bogor, Rabu (4/11/2015). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudhi Maulana

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR UTARA - Adanya rencana pencabutan subsidi listrik oleh pemerintah tahun depan, membuat resah warga.

Tak terkecuali, petugas kebersihan taman di Kota Bogor, Tuti Hernawati.

Dirinya merasa keberatan bila tarif listrik harus dinaikkan.

"Untuk biaya listrik sebulan Rp. 40 ribu saja sudah berat. Apalagi nanti harus dinaikkan lagi, ya saya jelas keberatan lah," ungkap Tuti kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (4/11/2015).

Ia yang bekerja sebagai petugas kebersihan di Taman Peranginan, Kota Bogor ini tidak setuju bila subsidi listrik tahun depan dicabut.

Selama ini, ia harus berhemat listrik agar biayanya tidak membengkak.

"Selama ini saya sudah pakai token listrik, ya saya harus hemat. Paling cuma buat lampu, rice cooker aja sama televisi saja. Kalau air saya pakai air sumur," katanya.

Seperti diketahui, mulai Awal Januari 2016, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mencabut subsidi listrik bagi 23 juta kepala keluarga (KK).

Saat ini, masih ada 48 juta KK yang menjadi golongan pelanggan 450 Va dan 900 Va.

Penulis: Yudhi Maulana Aditama
Editor: Bima Chakti Firmansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved