Pilih Inhaler atau Obat Lain untuk Asma? Simak Penjelasan Ahlinya
Pengobatan dengan inhaler justru merupakan penanganan yang paling tepat dan efektif
TRIBUNNEWSBOGOR.COM JAKARTA -- Asma merupakan penyakit yang sudah lama dikenal penduduk Indonesia.
Dalam keseharian, penderita asma sering menghadapi salah kaprah pengobatan penyakit yang dideritanya.
Salah satu mitos yang dipercaya masyarakat, pengobatan inhaler untuk melegakan saluran napas penderita asma dapat membuat ketagihan.
Prof dr Hadiarto Manggunegoro SpP(K), menjelaskan pengobatan dengan inhaler justru merupakan penanganan yang paling tepat dan efektif.
Inhaler bagi penderita asma bekerja langsung ke saluran napas tanpa efek samping yang berarti.
"Fakta yang juga memprihatinkan, banyak pasien lebih percaya pengobatan alternatif yang tidak ada bukti efektivitasnya daripada obat asma yang sudah terbukti khasiatnya dan sudah digunakan oleh berjuta-juta pasien asma di seluruh dunia," kata Direktur Asthma-COPD Center RS Siloam Asri Jakarta ini.
Dalam pengobatan asma dikenal dua jenis obat, yaitu obat pengontrol dan obat pelega asma.
Menurut dr Rahmawati MCH SpP(K), dari Rumah Sakit Siloam Asri, obat pengontrol asma adalah obat untuk mencegah timbulnya asma.
Obat kontroler efektif mencegah timbulnya serangan asma sehingga tetap dalam keadaan terkontrol.
Sedangkan obat pelega asma ialah obat yang digunakan saat asma kambuh.
Obat reliever (pelega) ini efektif pada saat terjadi serangan asma.
"Obat reliever akan bekerja dengan cepat dalam melebarkan saluran napas saat asma terjadi dan menghilangkan sesak napas,” papar Rahmawati.
Obat pengontrol seharusnya dipakai rutin walaupun tak terjadi serangan asma.
Hal ini untuk mengatasi peradangan pada saluran napas dan membantu mencegah reaksi berantai yang menyebabkan gejala asma.
Sedangkan obat pelega asma dipakai saat serangan terjadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/ilustrasi-pengobatan-asma_20151105_105214.jpg)