Manusia Becak di Bogor
Daskim Belum Mau Menerima Tawaran Jadi Penjaga Masjid
Banyak yang nawarin, jagain masjid di Paledang, ada juga yang di sana
Penulis: Ardhi Sanjaya | Editor: Vovo Susatio
Laporan wartawan TribunnewsBogor.com, Ardhi Sanjaya
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Daskim (64), kakek yang sempat tinggal di becak selama belasan tahun sewaktu mangkal di Jalan Paledang, Bogor Tengah, Kota Bogor, sudah pernah diminta menjaga beberapa masjid dan musola.
Tawaran itu datang dari pemilik dan pengurus masjid yang iba terhadap kakek ini.
"Banyak yang nawarin, jagain masjid di Paledang, ada juga yang di sana," kata Daskim kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (22/11/2015).
Baca: Tidak Ada Becak, Kembali ke Bogor Daskim Tidur di Warung Mie Aceh
Daskim sudah beberapa kali mendapat penawaran tinggal di masjid, bukan hanya kali ini saja.
Pernah juga Daskim diminta untuk menjaga masjid.
"Dulu juga, cuma aki belum mau," ujar kakek asal Cirebon yang selama belasan tahun tinggal di becak ini.
Daskim lebih memilih untuk tinggal di sebuah warung di Jalan Paledang.
Walau hanya berbekal uang Rp 1 juta saat kembali ke Kota Bogor, Daskim tetap suka berbagi ke orang lain.
Baca : Video: Senyum Daskim Saat Diantar Pulang ke Cirebon
Kebiasaan Daskim bersedekah masih kerap ia lakukan, termasuk saat dirinya mendapat rexeki dari sumbangan lebih dari Rp 20 juta dari warga yang bersimpati kepadanya.
"Pas nyampe Bogor ada tukang becak minta, yah aki kasih," katanya.
Daskim tak segan memberi orang lain yang membutuhkan, sesuai kemampuan yang ia miliki.
"Aki kasih Rp 20 ribu, Rp 30 ribu, kasih saja," ujarnya.
Saat kembali ke Bogor dari Cirebon pada Kamis (19/11/2015), Daskim hanya membekali dirinya dengan uang Rp. 1 juta.
"Mudah-mudahan cukup sampai satu bulan," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/kakek-daskim-sang-manusia-becak-bogor_20151122_210352.jpg)