Pidato Presiden Jokowi di Paris Bikin Terkejut Masyarakat Adat

Awalnya saya telah baca teks pidato Presiden yang banyak beredar, tak ada kata melibatkan masyarakat apalagi masyarakat adat.

Editor: Bima Chakti Firmansyah
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/Rusman/setpres
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) didampingi Wapres Jusuf Kalla Menko Polhukam Luhut Pandjaitan, memberikan keterangan pers, sebelum menaiki pesawat kepresidenan untuk bertolak ke Paris, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (29/11). Kepala Negara beserta delegasi bertolak ke Paris, Perancis, untuk menghadiri KTT Perubahan Iklim atau Conference Of Parties (COP) ke-21. TRIBUNNEWS.COM/Rusman/setpres 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, JAKARTA - Pidato Presiden Joko Widodo di ajang KTT Perubahan Iklim di Le Bourget, Paris, Prancis mengejutkan komunitas mayarakat adat di Tanah Air.

Pidato Presiden yang disampaikan di hadapan ratusan Kepala Negara itu, menurut Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Abdon Nababan sangat mengejutkan.

Sebab, Presiden memasukkan kalimat, "Penanganan perubahan iklim dengan melibatkan masyarakat adat".

"Ini kejutan bagi kita semua, awalnya saya telah baca teks pidato Presiden yang banyak beredar, tak ada kata melibatkan masyarakat apalagi masyarakat adat. Namun saat Presiden pidato, kata itu muncul, ini kejutan sekali," kata Abdon di Paris, Senin (30/11/2015).

Menurut Abdon, pernyataan Presiden tersebut amat penting bagi Indonesia.

Mengingat selama ini kontribusi masyarakat dan masyarakat adat sudah signifikan dalam mengurangi emisi karbon.

"Selama ini kontribusi masyarakat adat mengurangi emisi sudah banyak kita tahu hutan dan gambut yang terbakar selama ini paling sedikit di wilayah maayarakat adat. Jika ada itu sudah milik konsesi perkebunan," ujar dia.

Saat ini, kata dia, terdapat 40 juta hutan berada di wilayah masyarakat adat dari 50 juta hutan yang memiliki tutupan.

"Hutan ini sudah lama dirawat masyarakat adat tinggal diproteksi saja, artinya 29 persen mengurangi emisi itu tidak sulit, masyarakat adat sudah melakukannya," tegas Abdon.

Tugas bersama masyarakat adat dan pemerintah ke depan adalah membereskan administrasi wilayah adat baik pemetaan wilayah adat, dan mengesahkan RUU perlindungan dan pengakuan masyarakat adat.

Pidato Presiden, menurut dia, sudah mencerminkan konsistensi Presiden pada Nawacita.

Singgung kebakaran hutan

Presiden Joko Widodo mendukung Kesepakatan Paris yang mencerminkan keseimbangan, keadilan, serta sesuai prioritas dan kemampuan nasional, mengikat, jangka panjang, ambisius, namun tidak menghambat pembangunan negara berkembang.

Dalam pidato di KTT Perubahan Iklim atau COP ke-21 di Paris, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebagai salah satu negara pemilik hutan terbesar yang menjadi paru-paru dunia, Indonesia hadir sebagai bagian dari solusi.

"Saya hadir di sini memberikan dukungan politik kuat terhadap suksesnya COP 21," ujarnya dalam bahasa Indonesia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved