Delapan Tahun Pikul Gerobak Bakso Setan, Kini Lihat Omsetnya Fantastis
Dalam sehari, ia memproduksi sekitar 200 butir bakso.
Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Bima Chakti Firmansyah
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudhi Maulana
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Jerih payahnya memikul gerobak bakso selama delapan tahun ternyata membuahkan hasil yang manis.
Pemilik kedai Bakso Setan, Aep Saepudin (48) kini tinggal menuai nikmatnya setelah dahulu berjualan bakso berkeliling kampung.
Aep bercerita, awalnya ia mulai berdagang bakso sejak tahun 1982.
"Saya jualan bakso tahun 1982. Waktu itu masih pakai gerobak pikul keliling kampung. Awalnya saya belum jualan bakso setan, mash bakso biasa," katanya kepada TribunnewsBogor.com.
Dengan modal awal Rp 2 juta, lambat laun usahanya meningkat sehingga ia memiliki empat karyawan.
Selama berjualan keliling, ia mencoba menjual bakso dengan ukuran yang tak biasa.
Ukuran baksonya lebih besar dibanding dengan bakso lainnya, seperti bola tenis.
Rupanya, bakso yang ia jual banyak peminatnya.

TribunnewsBogor.com/Yudhi Maulana Aditama
"Terus saya coba bikin lagi yang lebih besar. Seukuran bola takraw, kira-kira beratnya 500 gram. Ternyata banyak yang suka juga. Sampe-sampe ada yang nyebut bakso setan. Makanya saya pakai nama itu," tuturnya.
Di tahun 1990, ia memberanikan diri untuk membuka kedai bakso.
Letaknya di Jalan Raya Puncak KM 83, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Meski tak terlalu besar, tapi kedainya selalu ramai pembeli.
Dalam sehari, ia memproduksi sekitar 200 butir bakso.
Untuk bakso setannya, ia selalu membuat 40 butir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/aep-saepudin_20151228_120001.jpg)