Air Mata Neng Meleleh, Tiap Hari Melayani Delapan Lelaki Hidung Belang

Satu jam Rp. 300 ribu, kamarnya ada di sini, ada yang Rp. 75 ribu, ada yang Rp. 100 ribu,

Penulis: Ardhi Sanjaya | Editor: Bima Chakti Firmansyah
sriwijayapost
ilustrasi 

Laporan wartawan TribunnewsBogor.com, Ardhi Sanjaya

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Gadis remaja asal wilayah C, mencoba peruntungan di kota orang.

Tubuh langsing dari remaja berusia 19 tahun ini, menjadi modal utama untuk menggaet pundi-pundi uang.

Wanita yang akrab disapa Neng ini, menjadi satu dari puluhan wanita penjaja seks di kawasan berhawa dingin di, Kabupaten Bogor.

"Lulus sekolah langsung diajak teman buat kerja, tapi gak tahu kerja apa," kata remaja berambut panjang ini.

Setiap hari mulai pukul 22.00 WIB, Neng sudah duduk di sebuah mini bus hitam bersama beberapa wanita lain.

Tak lama, para lelaki yang ingin memuaskan hasratnya, memilih wanita dari luar mobil ini.

"Satu jam Rp. 300 ribu, kamarnya ada di sini, ada yang Rp. 75 ribu, ada yang Rp. 100 ribu," paparnya sambil mengisap sebatang rokok.

Mobil itu tidak terparkir sendiri, ada belasan mobil berbagai jenis juga.

"Kalau mau pesan, harus lewat bos, pesan keluar, beda lagi harganya," kata Neng.

Di tengah perbincangan, air mata dari gadis manis ini tiba-tiba menetes, belum jelas apa penyebabnya.

"Neng juga nyesal, pengen berenti tapi gak tahu caranya gimana, Neng bingung," ucapnya sambil terbata.

Kondisi ekonomi keluarga yang jauh dari kata cukup, membuat lulusan SMK di kawasan C ini terpaksa terjun ke dunia prostitusi.

"Ibu cuma kerja jadi pembantu, bapak sudah tidak ada dari Neng SD, pengen bantu ibu, " jelasnya.

Setiap bulannya, wanita berkulit putih ini, selalu mengirimkan uang pada keluarganya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved