Protes Sticker LINE Bergambar Pasangan Berciuman, Wanita Asal Bogor Ini Mendapat Ribuan Dukungan
Gambar sticker itu menampilkan adegan pasangan berciuman dan tidur diranjang
Penulis: Suut Amdani | Editor: Suut Amdani
Laporan wartawan Tribunnewsbogor.com, Suut Amdani
TRIBUNNEWSBOGOGR.COM, BOGOR UTARA - Gioveny Astaning Permana, perempuan asal Bogor ini memprotes konten Sticker LINE Indonesia yang berbau dewasa, misalnya adegan pasangan ciuman, dan pasangan tidur diranjang berdua.
Melalui situs change.org, Gioveny Astaning Permana membuat petisi konten sticker yang tidak layak untuk dilihat anak-anak.
Hingga, Sabtu (2/1/2015) Pukul 18.00 WIB, petisi yang ditujukan kepada LINE Creator di Indonesia ini telah mendapat dukungan sebanyak 7.171 tandatangan.

dok.INSTAGRAM Gioveny Astaning Permana
Petisi ini diberi judul, "Semoga LINE Indonesia dan seluruh pemilik aplikasi di Playstore baik pengunduh maupun creator mau menyaring konten dan membuat kebijakan yang memegang prinsip hak anak (Convention on the Rights of the Child's)."
Berikut ini kutipan petisi Gioveny Astaning Permana untuk LINE Creator di Indonesia:
Hari ini saya membuka aplikasi LINE yang termasuk aplikasi favorit dan menarik karena selalu memberikan sticker-sticker gratis maupun berbayar.
Saya juga sering mengunduh sticker-sticker tersebut, namun semakin saya perhatikan sticker LINE ini cenderung mendukung ke gambar-gambar dewasa yang tidak aman dan belum layak untuk anak-anak dan seharusnya anak-anak tidak melihat.
Saya mengamati ini dari hasil 'Popular Creator Sticker' seperti sticker berjudul so much love, short couple problem, him & her, Lily & Marigold, romantic memories, love lasting forever, hugs and kisses yang termasuk dalam 50 popular creator sticker.
Data dari techinasia bulan September 2014 menyebutkan, 30 juta orang Indonesia gunakan LINE bahkan nomor dua di dunia.
Techinasia melanjutkan Juli 2015, LINE miliki 216 Juta pengguna di dunia dan makin kuat di Indonesia.
Saya sebagai pemerhati hak-hak anak melihat ini mengkhawatirkan karena berdasarkan hasil riset Chandra Marsono yang dipublish oleh dailysocial, mood bermain masih mendominasi segmen remaja awal atau usia anak yang menikmati LINE karena ada games yang dapat diakses melalui LINE.
Hasil riset Chandra Marsono juga menyebutkan penggunaan LINE bertumbuh, karena LINE tidak hanya media komunikasi, tapi pengguna dapat memperbarui informasi.
Jika pihak pengembang LINE tidak menyaring konten-konten yang hadir termasuk sticker yang menjadi bonus menarik di dalamnya .
Apa dampak yang terjadi pada anak-anak? dampak negatif atau dampak positif? Berapa persen jumlah pengguna line berdasarkan umur?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/line-indonesia_20160102_190752.jpg)