Bisnis Roti Ganep Bertahan 134 Tahun, Tetap Semangat Walau Tokonya Pernah Dibakar
Coca-Cola itu kurang terkenal apa, tapi masih ngiklan juga, kan?
TRIBUNNEWSBOGOR -- Tidak banyak usaha keluarga yang sanggup bertahan hingga beberapa generasi.
Seringkali usaha menjadi redup, terjungkal, terpaksa berpindah tangan atau bahkan gulung tikar saat berada di tangan generasi ketiga.
Namun tidak demikian dengan usaha Roti Ganep asal Solo, Jawa Tengah.
Bahkan, di tangan generasi kelimanya saat ini, Roti Ganep terus memantapkan diri menjadi ikon oleh-oleh Kota Solo.

Adalah Auw Like Nio, yang memulai usaha roti kecik bersama dengan suaminya Tjan Tiang San pada 1881 di sebuah ruas jalan di bilangan Tambak Segaran, Solo, Jawa Tengah, yang kini bernama Jalan Sutan Syahrir.
Roti kecik merupakan kue kering yang berbahan baku dari tepung beras ketan sehingga memiliki rasa yang khas.
Tampil dalam tiga pilihan bentuk; bulat, lonjong, dan banjar seperti gelang, camilan ini mampu memikat lidah berbagai kalangan.
Tak terkecuali, Raja Sura-karta ketika itu, Sri Susuhunan Paku Buwono X.
Bahkan, Raja yang berkuasa 1893–1939 tersebut memberikan nama Ganep bagi usaha Auw Like Nio.
Rupanya, nama Ganep membawa marwah bagi usaha ini.
Ganep, berarti genap, mempunyai makna filosofis lengkap dan sehat.
Tak cuma berumur panjang hingga menembus satu abad, usaha ini juga terbilang sehat hingga sekarang.
Tentu saja, dalam perjalanan mencapai 134 tahun, pasang surut mewarnai usaha ini.
Beberapa kali, Roti Ganep hampir lenyap dilibas perkembangan zaman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/roti-ganep-solo-jawa-tengah_20160103_113847.jpg)