Cegah Orang Bunuh Diri, Klinik Ini Tawarkan Terapi Kematian

Menurut sebuah survey, Korea Selatan berada di posisi teratas dari 34 negara yang memiliki tingkat bunuh diri tertinggi.

Penulis: Noor Hendy Dinata Poetra | Editor: Soewidia Henaldi
OddityCentral
Terapi Kematian di Seoul, Korea Selatan 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Hendy Dinata

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, SEOUL - Sebuah klinik di Seoul, Korea Selatan menawarkan terapi kematian bagi warganya.

Klinik ini dibuat untuk menekan angka kematian akibat bunuh diri di Negeri Ginseng tersebut yang cukup tinggi.

Menurut sebuah survey, Korea Selatan berada di posisi teratas dari 34 negara yang memiliki tingkat bunuh diri tertinggi.

Dalam sehari, 40 orang melakukan bunuh diri.

Hal itu membuat klinik Seoul Hyowon Healing Center menawarkan sebuah terapi untuk mengurangi keinginan untuk bunuh diri.

Klinik Seoul Hyowon Healing Center memberikan solusi dengan program yang mereka namakan 'terapi kematian'.

Seperti dilansir laman OddityCentral, terapi kematian sangat populer di Korea Selatan, dan diminati oleh para pria dan wanita dari seluruh kalangan di negara tersebut.

Para remaja dan orang tua yang datang ke klinik tersebut memiliki permasalahan yang beragam, seperti masalah keuangan, masalah percintaan, bahkan ada keluhan untuk harus menjadi pegawai di sebuah perusahaan besar.

Terapi kematian adalah terapi yang bertujuan memberikan pengalaman ditinggalkan sendiri selama 10 menit di dalam peti mati.

Terapi diawali dengan mengenakan busana serba putih, lalu menuliskan sebuah pesan terakhir untuk orang-orang tersayang menggunakan pena di atas kertas.

Bahkan setiap peserta akan difoto dan hasilnya dibingkai di dekat peti mati yang akan mereka tempati dalam waktu sepuluh menit.

Terapi itu dilakukan dalam sebuah ruangan yang semua pesertanya memiliki permasalahan hidup sehingga ingin mengakhiri hidup mereka.

Peserta terapi kematian juga mendapat ceramah singkat dari mantan pekerja tempat pemakaman yang bernama Jeong Yong-mun.

Setelah berada di dalam peti mati dan kegelapan selama 10 menit, peserta terapi diminta mengungkapkan perasaannya saat ditinggalkan sendirian.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved