Ini Dia Tiga Legenda Sepak Bola Dunia yang Pernah Berkarier di Indonesia
Sejumlah pemain tersebut datang untuk membela sejumlah klub di tanah air.
TRIBUNNESBOGOR.COM, JAKARTA - Tahun 1990an menjadi era keemasan bagi sepak bola di Indonesia.
Saat itu kompetisi di Indonesia berjalan sangat menarik dan mampu membuat atmosfer yang luar biasa.
Hasilnya, kompetisi sepak bola Indonesia mampu menarik minat legenda sepak bola dunia untuk datang dan bermain di Indonesia.
Sejumlah pemain tersebut datang untuk membela sejumlah klub di tanah air.
Tak cuma menjadi pemain, ada juga pelatih yang merupakan salah satu legenda kelas dunia yang pernah berkarier di Indonesia.
Berikut tiga legenda sepak bola dunia yang pernah merumput di Indonesia.
1. Roger Milla (Pelita Jaya dan Putra Samarinda/1994-1996)

Lahir di Aounde, Kamerun, pada Mei 1952, kini berusia 63 dan melatih klub sepak bola Kamerun yang pernah dibelanya Tonnerre Yaounde.
Salah satu penyerang terbaik yang pernah dimiliki Kamerun, juga dikenal sebagai pemain hebat yang telat bersinar.
Milla pernah memperkuat AS Monaco (1979-1980), dan Saint Etienne (1984-1986).
Milla mengalami masa -masa emas saat memperkuat klub Liga Perancis Montpellier (1986-1989).
Pada 1987 berusia 35 tahun, Milla menyatakan pensiun dari tim nasional.
Namun secara mengejutkan Milla tampil kembali di Piala Dunia 1990 dalam usia 38 tahun dan selalu bermain sebagai pemain pengganti.
Milla jadi figur favorit publik karena menorehkan 4 gol di Piala Dunia 1990 di Italia.
Milla mengantarkan Kamerun sebagai tim Afrika pertama yang tampil di perempat final Piala Dunia.
Di Piala Dunia Amerika Serikat 1994, Milla jadi pencetak gol tertua (42 tahun) di Piala Dunia, rekor yang masih bertahan hingga kini.
Setelah Piala Dunia 1994, Pelita Jaya membeli Milla dari klub Tonnere Yaounde di Kamerun.
Selama 1994-1996, Milla mencetak 23 gol dari 23 penampilan bersama Pelita Jaya.
Pada musim kompetisi 1996-1997 dirinya hijrah ke Persisam Putra Samarinda.
2. Mario Kempes ( Pelita Jaya/1996)

Mario Alberto Kempes Chiodi lahir di Bell Ville, Argentina, 15 Juli 1954.
Pesepak bola legendaris Argentina itu, bermain 43 kali untuk timnas negaranya dan mencetak 20 gol.
Kempes membawa tuan rumah Argentina jadi juara Piala Dunia 1978, dan Kempes jadi top skorer dengan 6 gol.
Kempes pensiun membela tim nasional Argentina pada 1982, saat usia 32 tahun
Karier Kempes di level klub meledak saat bermain Liga Spanyol, memperkuat Valencia dalam dua periode berbeda (1977–1981 dan 1982–1984), dan Hercules 1984-1986.
Selama merumput di Liga Spanyol, Kempes meraih gelar El Pichichi (pencetak gol terbanyak) 2 kali.
Kempes merumput di Liga Indonesia dan membela Pelita Jaya pada 1996, pada saat berusia 42 tahun.
Pelita Jaya merekrutnya sebagai pemain merangkap pelatih klub.
3. Peter White (Timnas Indonesia/2004-2007)

Tidak seperti Roger Milla dan Mario Kempes yang merasakan jadi pemain, Peter Withe berkarier murni sebagai pelatih.
Meskipun hanya mempersembahkan posisi runner-up bagi timnas Indonesia pada tahun 2004, namun hasil kepelatihannya cukup dikagumi publik.
White berhasil mencetak nama Boaz Solossa yang tampil sangat impresif di Piala Tiger 2004 (sekarang Piala AFF).
Saat masih merumput sebagai pemain, White berposisi sebagai seorang striker.
White pernah menjuarai Football League First Division (Divisi Tiga Liga Inggris) bersama Nottingham Forest.
White juga jadi pencetak gol Aston Villa di final Piala Champions 1982 (Liga Champions).
Berkat White, Aston Villa jadi juara Piala Champions 1982 setelah menang 1-0 atas Bayern Munchen.
(SuperBall.id/Aris Abdul Salam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/mario-kempes_20160107_165034.jpg)