Viral di Media Sosial

MC Lomba Cerdas Cermat MPR Kena Mental Usai Viral, Penonton Sempat Protes ke Juri Tapi Tak Didengar

Master of ceremony (MC) lomba cerdas cermat MPR RI kena mental usai viral. Di sisi lain, penonton membongkar kisah di balik layar lomba.

Tayang:
Penulis: khairunnisa | Editor: khairunnisa
kolase Youtube
VIRAL CERDAS CERMAT MPR: Master of ceremony (MC) lomba cerdas cermat MPR RI kena mental usai viral. Di sisi lain, penonton membongkar kisah di balik layar lomba. 

Ringkasan Berita:
  • Lomba cerdas cermat MPR RI viral usai peserta SMAN 1 Pontianak protes karena jawabannya dianggap salah, padahal sama dengan peserta lain.
  • MC Shindy Lutfiana disorot karena dianggap membela juri dan memicu hujatan netizen.
  • Penonton mengaku sudah membela peserta dan memutar ulang rekaman, namun protes tetap tak digubris.

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Viralnya lomba cerdas cermat MPR RI yang menuai kontroversi karena dugaan kecurangan menyeret sosok master of ceremony (MC) ajang tersebut.

MC bernama Shindy Lutfiana tengah jadi sorotan karena disebut tak berpihak pada peserta lomba.

Publik pun ramai membincangkan sosok Shindy hingga bahasan soal MC acara cerdas cermat tersebut jadi trending topik di X (Twitter) pada hari ini, Senin (11/5/2026).

Diwartakan sebelumnya, viral dugaan kecurangan dalam ajang lomba cerdas cermat MPR RI pada Sabtu (9/5/2026) di Kota Pontianak.

Dugaan kecurangan itu bermula saat MC yakni Shindy membacakan untuk dijawab para peserta.

Lalu setelah setelah selesai membacakan soal, seorang peserta dari SMAN 1 Pontianak bernama Josepha Alexandra pun menjawabnya.

Namun jawaban tersebut dianggap salah oleh juri.

Sedangkan peserta lain yang menjawab dengan uraian persis sama seperti Josepha justru dibenarkan oleh sang juri.

Hal itu pun menuai protes dari Josepha.

Pelajar yang karib disapa Ocha itu pun langsung protes ke juri bernama Dyastasita WB.

"Dewan juri, izin. Tadi kami menjawabnya sama seperti regu B, sama" kata Ocha.

"Tadi disebutkan regu C ya itu pertimbangan dari DPD-nya tidak ada," imbuh Dyastasita.

"Ada, ada. Tadi saya mengatakan seperti ini 'Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh presiden'," ungkap Ocha.

"Jadi dewan juri tadi berpendapat enggak ada itu Dewan Perwakilan Daerah," pungkas Dyastasita.

"Pak maaf, mungkin boleh bisa melihat pandangan dari yang lain, mungkin dari penonton, apakah ada yang mendengar saya mengatakan DPD?" tanya Ocha.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved