Bayi Meninggal di Bogor

Sempat Kejang Tiga Kali, Aisyah Meninggal Lantaran Diare Akut

"Anak ini sudah dehidrasi berat, jadi tim kesulitan waktu mencari pembulu darah."

Tayang:
Penulis: Ardhi Sanjaya | Editor: Suut Amdani
TribunnewsBogor.com/Ardhi Sanjaya
Direktur RSIA Bunda Suraryatni, Dr. Alfathdry 

Laporan wartawan TribunnewsBogor.com, Ardhi Sanjaya

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAHSAREAL - Tepat pukul 02.30 WIB, pada 10 Oktober 2015 lalu, Aisyah Putri bayi berumur enam bulan ini tiba di Rumah Sakit Ibu dan Anak Bunda Suryatni, Jalan Salabenda, Tanahsareal, Kota Bogor.

Aisyah yang dibawa oleh ibu dan ayahnya, Anis (35) dan Sodiki (37), warga Kedunghalang Wesel, Sukaresmi, RT.1/3, Tanahsareal, Kota Bogor ini, sudah dalam kondisi kritis.

"Panasnya 40,4, napasnya sesak, nadinya cepat, dalam perhitungan dokter kondisi ini sudah masuk gawat atau kritis," kata Direktur RSIA Bunda Suraryatni, Dr. Alfathdry, kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (07/01/2016).

Melihat kondisi tersebut, dokter umum yang berjaga di IGD saat itu langsung mengambil tindakan, termasuk berkonsultasi dengan dokter anak.

"Pasang selang dan monitor, infus segala macam, tapi anak ini sudah dehidrasi berat, jadi tim kesulitan waktu mencari pembulu darah," katanya.

Pada saat yang sama, ketika tim dokter yang dibentuk melakukan action, menurut Alfathdry, pihaknya memang menyuruh orang tua Aisyah menyediakan uang sebesar Rp 8 juta.

Uang tersebut untuk kepentingan menyewa alat serta membeli selang dan obat-obatan yang dibutuhkan saat itu juga.

"Tapi tidak kami diamkan, semua berjalan, tidak nunggu uang dulu baru kami lakukan tindakan," ujarnya.

Tindakan penangan terus dilakukan hampir selama delapan jam.

Pemasangan selang napas, selang untuk urin, pemberian obat penurun panas, pencegah kejang, telah diberikan.

"Sempat mengalami kejang sebanyak tiga kali, pukul 07.05 WIB, 09.40 WIB, sampai sebelum meninggal sempat kejang dulu pukul 10.45 WIB," jelasnya.

Kasus Aisyah tergolong kasus yang sangat emergency, Alfathdry menekankan bahwa, dalam kedokteran kondisi ini wajib mendapat penanganan khusus dan cepat.

Namun nahas, Aisyah terlambat mendapat penangan sejak awal mengalami gejala diare.

"Diare itu awal buang air, kemudian demam, dehidrasi, kehilangan kesadaran lalu meninggal, harusnya ketika orang tua Aisyah membawa anak ini ke dokter sejak awal, mungkin masih bisa ditangani," paparnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved