Bayi Meninggal di Bogor
Komisi D Simpulkan Aisyah Dirujuk Tanpa Ada Koordinasi Dari Dua Rumah Sakit Ini
harusnya diarahkan agar pasien tidak mencari sendiri
Penulis: Ardhi Sanjaya | Editor: Bima Chakti Firmansyah
Laporan wartawan TribunnewsBogor.com, Ardhi Sanjaya
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Komisi D DPRD Kota Bogor tunjuk RS Islam Bogor, salah dalam kematian Aisyah Putri, bayi enam bulan yang meninggal akibat diare akut.
Dari Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan ke dua rumah sakit tempat putri kedua dari pasangan Asih (35) dan Sodikin (37) tersebut, membuat Ketua Komisi D DPRD Kota Bogor, Dodi Setiawan, menarik beberapa kesimpulan.
"Pertama sekali ini RS Islam tidak berkoordinasi dengan RS Bunda Suryatni saat memberi rujukan pada Aisyah, harusnya diarahkan agar pasien tidak mencari sendiri," kata Dodi.
Sebab, orang tua Aisyah membawa bayi ini dalam kondisi kritis tanpa menggunakan ambulance.
Kemudian, lanjut Dodi, sesampainya di RS Bunda Suryatni, kondisi Aisyah sudah dalam fase kritis.
"Lalu soal uang yang harus dibayarkan, dari keterangan rumah sakit, tidak disuruh menunggu, tapi bergerak simultan, orang tua mencari uang, dokter melakukan penanganan, berbarengan," paparnya.

TribunnewsBogor.com/Ardhi Sanjaya
Untuk memperjelas laporan dari Asih dan keterangan dari pihak rumah sakit, Dodi akan segera memanggil semua pihak untuk menkonfrontir keterangan.
"Saya juga mau tahu orang tua Aisyah ini maunya bagaimana, soalnya persoalan ini sudah beberapa kali diselesaikan, dan sudah dianggap selesai," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Asih dan Sodikin datang ke Gedung DPRD Kota Bogor, pada Rabu (6/1/2016), sekitar 14.30 WIB.
Pasangan suami istri mengadukan dua rumah sakit yang dianggap lalai dalam menangani anaknya sehingga nyawanya tidak tertolong.
"Anak saya meninggal, umur enam bulan 13 hari, waktu 10 Oktober lalu," kata Asih kepada TribunnewsBogor.com.
Keduanya diterima Ketua Komisi D Kota Bogor'>DPRD Kota Bogor, Dodi Setiawan.
Warga Kedung Halang Wesel RT 1/3, Sukaresmi, Tanah Sareal, Kota Bogor, ini bercerita soal kronologis kematian anaknya, Aisyah Putri umur enam bulan, yang dinilainya sangat wajar.
"Awalnya deman, saya bawa ke bidan panasnya 3,8 derajat, dikasih obat peredam, pukul 22.00 WIB mulai diare," kata Asih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/dodi-setiawan_20160108_142555.jpg)