Motor Roda Tiga Zig Zag Membentuk Angka 8, Pemohon SIM Difabel: Susah di Belokannya
Ia mengemudikan motor sambil zigzag, membentuk angka delapan sebanyak tiga kali.
Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Vovo Susatio
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudhi Maulana
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR UTARA - Proses ujian untuk kaum difabel dalam memohon surat izin mengemudi (SIM) D sama seperti pemohon SIM C.
Mereka harus tetap menjalani ujian teori dan juga praktik.
Pemohon difabel yang sudah mengikuti ujian teori selanjutnya mengikuti ujian praktik.

TribunnewsBogor.com/Yudhi Maulana Aditama
Selasa (12/1/2016) siang, Wawang Sunarya (33) menjadi salah satu pemohon SIM D yang menjalani ujian praktik di Satpas SIM Polres Bogor Kota.
Wawang membawa motor modifikasinya sendiri berjenis motor matik yang memiliki tiga roda.
Di samping kiri motor Wawang terdapat sespan, kereta beroda satu, yang bisa digunakan untuk mengangkut barang.

TribunnewsBogor.com/Yudhi Maulana Aditama
Pemohon SIM Difabel turut mengikuti ujian SIM di kantor Satpas SIM di Polres Bogor Kota, Selasa (12/1/2016)
Wawan diberi kesempatan mencoba rintangan sebanyak satu kali.
Rintangan besi dipasang agak lebar dari yang biasanya.
Awalnya Wawang kesulitan dan beberapa kali menjatuhkan besi.
"Susah pas di belokannya," kata Wawang saat menjalani tes.
Setelah diberi kesempatan sekali lagi, Wawang kembali melakukan tes.
Ia mengemudikan motor sambil zigzag, membentuk angka delapan sebanyak tiga kali.
Wawang pun lulus ujian praktik setelah berhasil melalui rintangan.
"Alhamdulillah tinggal foto aja. Ya dengan saya sudah pegang SIM, saya bisa lebih tenang saat di jalan," tuturnya.
Wawang dan lima rekannya sengaja membuat SIM D agar mendapat kesetaraan dengan pengendara lainnya.
"Kenapa kami harus diistimewakan? Percuma kami menuntut kesetaraan, tapi kami sendiri gak mau disetarakan," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/uji-praktik-sim-d_20160112_152234.jpg)