Menteri Susi Berduka, 'Saya Berjuang Untuk Negara Tapi Anak Saya Diambil'
Panji tengah menempuh sekolah pilot di Amerika Serikat.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendapat ujian berat.
Sosok wanita tegas itu pun tak kuasa menahan kesedihannya setelah anaknya Panji Hilmansyah (31) meninggal dunia.
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault yang datang melayat rumahnya melihat sosok Susi yang selalu ceria dan tegar, kali ini terlihat berduka.
Adhyaksa menceritakan pertemuan di dalam rumahnya, Susi tak kuasa menahan tangisnya.
"Beliau (Susi Pudjiastuti) bilang 'saya sekarang berjuang untuk bangsa dan negara tetapi anak saya diambil seperti ini, bagaimana?'," ujar Adhyaksa mengutip perkataan Susi di rumah duka Panji Hilmansyah, jalan Widya Chandra V no.26, Jakarta, (18/1/2016).
Adhyaksa pun meminta Susi untuk mengikhlaskan kepergian sang anak.
Adhyaksa juga menyarankan kepada Susi untuk tenang dalam menjalani duka yang mendalam.
"Beliau terpukul, tapi saya katakan semua akan kembali kepada Allah SWT, beliau bisa menerima dengan ikhlas, beliau memang dalam keadaan terharu," jelas Adhyaksa.
Adhyaksa juga mengingatkan kepada Susi bahwa meninggalnya sang anak karena takdir yang diberikan sang Khalik.
"Saya bilang ini takdir Allah Bu, semua orang akan kembali kepada Allah," papar Adhyaksa.
Meninggal di Amerika Serikat
Keluarga Susi Pudjiastuti belum mendapatkan kepastian mengenai penyebab meninggalnya Panji Hilmansyah.
Panji merupakan putra sulung Susi.
Sekretaris pribadi Susi, Fika Fawzia mengatakan, keluarga menduga, Panji yang tengah menempuh sekolah pilot di Amerika Serikat tersebut meninggal akibat serangan jantung.
"Keluarga masih belum mengetahui pasti apa penyebabnya. Tapi diduga serangan jantung. Dia meninggal dalam tidur," ujar Sekretaris pribadi Susi, Fika Fawzia saat dihubungi oleh KOMPAS.com, Senin (18/1/2016).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/panji-hilmansyah_20160118_211805.jpg)