Wah, PKL Gang Selot Kini Tempatnya Bersih Jualannya Sehat
"Es balokan juga nggak boleh dijual di sini..."
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Suut Amdani
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Vivi Febrianti
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pembinaan pedagang kaki lima (PKL) di Gang Selot, samping SMPN 1 Bogor, Jalan Ir H Djuanda, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor ini, patut dijadikan contoh.
Para PKL yang sudah berjualan selama puluhan tahun ini, diberikan pembinaan dan diberikan fasilitas berjualan yang bersih dan nyaman.
Ketua Paguyuban PKL Gang Selot, Ahmad Supena, mengatakan, sudah dua minggu ini, PKL di Gang Selot disediakan fasilitas yang bersih, rapih dan nyaman.
"Ini tempatnya hibah dari Pemkot, direnovasi jadi rapih dan bersih. Padahaln dulu nggak seperti ini," kata Ahmad Supena kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (22/1/2016).
Dia mengatakan, ada 30 PKL yang berjualan di Gang Selot tersebut, dimana sebelumnya hanya ada 15 PKL saja.
"Kita di sini semua sudah punya sertifikan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bogor Bogor. Jadi kesehatannya terjamin," jelasnya.
Semua PKL di Gang Selot, kata dia, tidak menjual makanan yang menggunakan zat pewarna buatan, borax, dan pengawet makanan lainnya.

TribunnewsBogor.com/Vivi Febrianti
"Es balokan juga nggak boleh dijual di sini, karena dibuatnya tidak higienis. Jadi harus buat sendiri pakai air matang di rumah, atau beli yang bentuknya kecil-kecil boleh," jelasnya.
Selain kesehatan, Gang Selot kini juga lebih bersih, rapih, dan nyaman bagi pelanggan.
"Kalau dulu kan higienis makanannya sana aja, tapi tempatnya belum bersih. Sekarang tempatnya juga bersih," kata dia.
Untuk kebersihan, para pedagang diberi alat kebersihan seperti sapu dan kain pel dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bogor.
"Bersih-bersihnya ya kita sama-sama dengan pedagang yang lainnya, saling menjaga agar tetap bersih," tandasnya.
Bahkan, dalam waktu dekat ini, para pedagang juga satu persatu akan ditest kesehatannya oleh Dinkes.
"Bukan cuma makanan dan tempatnya yang sehat, tapi yang jualnya juga harus sehat," kata dia.

TribunnewsBogor.com/Vivi Febrianti
Selama berjualan di Gang Selot, kata dia, para pedagang tidak perlu membayar sewa lapak dagangan.
"Cuma bayar iuran paguyuban saja Rp 5 ribu, dan Rp 7 ribu yang pakai listrik. Untuk biaya buang sampah dan keamanan," jelasnya.
Dia juga menjelaskan, zona binaan itu akan diresmikan pada tanggal 27 Januari 2015, langsung oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/gang-selot_20160122_171544.jpg)