Ini Dia Negara dengan Aktivitas Seksual Tertinggi di Dunia

Amerika Latin berada paling akhir.

Tayang:
Penulis: Noor Hendy Dinata Poetra | Editor: Suut Amdani
net
Ilustrasi 

Sayangnya, menurut sebuah penelitian makin berumur pria "hidung belang", makin malas mereka memakai kondom.

Kepribadian seseorang memang sulit diubah, tapi ada beberapa cara yang direkomendasikan bagi pembuat kebijakan untuk menurunkan risiko penularan penyakit.

Sebagai contoh, pakar dari WHO menilai pendekatan dekriminalisasi pekerja seks dapat memberi manfaat bagi semua pihak yang terlibat.

Melegalkan prostitusi dengan cara membuat lokalisasi dinilai bisa membuat pemerintah lebih mudah mengontrol, terutama dalam hal upaya pencegahan infeksi menular seksual.

Sebuah studi pada tahun 2014 oleh UCLA menemukan bahwa langkah-langkah ini dapat mengurangi penularan infeksi menular seksual secara dramatis pada masyarakat umum.

Ini dibuktikan di Rhode Island yang telah melegalkan prostitusi selama 6 tahun dari 2003-2009.

Dalam jangka waktu tersebut, ada sekitar kurang dari 2000 kasus gonorea pada “pasar” seks dan juga penduduk pada umumnya.

Mungkin sulit untuk mengubah perilaku orang-orang yang membayar untuk seks atau pekerjanya.

Namun, ada harapan untuk membuat aktivitas tersebut lebih aman.

Sayangnya, hal tersebut mungkin akan menghadapi hambatan di berbagai negara.

Hubungan penjual dan pembeli seks akan tetap dilakukan secara sembunyi-sembunyi.(Gibran Linggau)


Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved