Waspada DBD

Awas, Gejala DBD Sudah Berevolusi Tidak Selalu Muncul Bintik Merah

Sudah ada korban tewas akibar DBD di Bogor.

Awas, Gejala DBD Sudah Berevolusi Tidak Selalu Muncul Bintik Merah
TribunnewsBogor.com/Ardhi Sanjaya
Pasien serangan DBD dirawat di RSUD Kota Bogor, Senin (25/1/2016). 

Laporan wartawan TribunnewsBogor.com, Ardhi Sanjaya

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR BARAT - Direktur RSUD Kota Bogor, dr Dewi Basmala mengatakan, gejala Demam Berdarah (DBD) berevolusi, tidak timbul bercak merah tapi trombosit berkurang drastis.

Dari 131 kasus DBD yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, sepanjang bulan Januari 2016 ini, gejala yang timbul pada pasien DBD tidak seperti biasanya.

"Diagnosa pasti itu dari hasil lab, gejala DBD yang spesifik memang ada bercak merah, apa bila panas dalam tiga hari hari segera periksa lab," kata dr Dewi Basmala, kepada TribunnewsBogor.com, Senin (25/1/2016).

Penyebaran DBD ini sudah mulai terlihat signifikan sejak awal Januari 2016.

"Dalam 10 hari itu ada 25 pasien, yang sampai saat ini dirawat ada 44 pasien, meninggal satu orang," katanya.

 BACA JUGA : Istana Bogor Masuk Wilayah Endemis DBD, Dinkes Temukan Jentik Nyamuk di Gentong Taman

Dari seluruh pasien yang dirawat, didominasi oleh warga Kabupaten Bogor.

"Perbandingannya 60/40, Kabupaten 28 pasien, dan dari Kota itu 16 pasien, ditotal dari tanggal 1 sampai 25 Januari ada 131 pasien dengan satu meninggal," ujar Dewi.

Penderita DBD yang meninggal yakni Etti (38), warga Kelurahaan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, pada Minggu (24/1/2016), pukul 23.00 WIB.

"Ada satu meninggal, pas datang sudah parah sekali, tekanan darah tidak terukur, nadi juga tidak tersentuh, ada juga pasien kritis diruang HSU, tapi sekarang sudah stabil," ujarnya.

Peningkatan penderita DBD di Kota Bogor, memang belum membuat Dinas Kesehatan Kota Bogor, menetapkan sebagai Kondisi Luar Biasa (KLB).

Walau begitu, RSUD Kota Bogor sudah mempersiapkan jika status itu ditetapkan.

"Kami akan meminjam felbet 200 unit, cairan, obat-obatan, dokter spesialis anak dan penyakit dalam juga saya suruh standby 24 jam," katanya.


Direktur RSUD Kota Bogor, dr Dewi Basmala.
TribunnewsBogor.com/Ardhi Sanjaya
Penulis: Ardhi Sanjaya
Editor: Suut Amdani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved